Tips Untuk Anak Tidak Mengantuk Saat Sahur

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bila dirasa usia anak sudah cukup dan kondisinya sehat, maka orangtua sudah dapat mengajak anak belajar menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain alasan keagamaan, berpuasa juga memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Membiasakan anak berpuasa tidaklah mudah, sehingga membutuhkan kesabaran hingga dapat berpuasa hingga satu hari penuh. Namun, meskipun anak sudah mengatakan akan berpuasa, anak seringkali sulit dibangunkan ketika waktu sahur.

Membangunkan anak sahur memang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orangtua. Di jam-jam sahur, biasanya anak masih tidur nyenyak sehingga orangtua juga kadang tak tega membangunkannya. Jangankan anak-anak, remaja dan orang dewasa saja terkadang masih sulit ketika dibangunkan untuk sahur. Karena sahur merupakan bekal untuk berpuasa agar tetap bertenaga seharian, maka orangtua perlu merancang cara khusus untuk membuat anak terbangun dan ikut makan sahur. Agar anak tidak mengantuk dan rewel saat sahur, kondisikanlah dengan beberapa tips berikut ini:

  • Tidur lebih awal. Karena waktu sahur akan mengubah jam tidurnya, sebaiknya biasakan anak untuk tidur lebih awal dari biasanya ketika bulan puasa. Anak juga sebaiknya jangan tidur siang terlalu lama agar anak cepat tidur di malam hari. Dengan tidur lebih awal, waktu sahur tidak akan terlalu mengurangi jatah waktu istirahat anak.
  • Bangunkan anak dengan lembut dan penuh kasih sayang. Anak sebaiknya dibangunkan sekitar 40 menit sebelum waktu imsak agar waktu makan sahurnya tidak terlalu dini ataupun tergesa-gesa. Perlu diingat bahwa cara membangunkan anak saat sahur akan berpengaruh pada mood Meskipun pada akhirnya bangun, anak mungkin akan uring-uringan atau rewel saat makan sahur. Saat bangun tidur, anak sedang berada di gelombang alfa di mana tingkat kesadarannya lemah. Dengan demikian, semua yang dilihat dan didengar akan diterima langsung ke otak. Maka dari itu, bangunkan anak untuk sahur dengan suara yang lembut dan raut wajah yang bahagia serta penuh kasih sayang.
  • Beri pemahaman tentang keutamaan makan sahur. Mengajarkan anak untuk terbiasa dengan kebiasaan khas saat puasa memerlukan banyak kesabaran. Untuk itu, agar anak mudah bangun sahur, beri sedikit demi sedikit pemahaman mengenai keutamaan dan manfat makan sahur dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Biasanya, anak-anak cenderung melakukan apa yang orangtua katakan bila mengetahui maksud dan tujuannya.
  • Sajikan menu sahur favorit anak. Tips berikutnya agar anak semangat dan tidak mengantuk saat sahur adalah dengan memberitahu bahwa menu sahur kali ini adalah menu kesukaaannya. Cara ini cukup efektif, tapi tentunya diutamakan pula kandungan gizi dari makanan tersebut. Kebutuhan nutrisi anak harus selalu tercukupi terutama ketika puasa. Dengan begitu, tumbuh kembangnya akan berjalan optimal, dan anak juga akan kuat menjalani puasanya. Dalam menu sahur, pastikan untuk menyertakan makanan berprotein dan karbohidrat kompleks. Menu sahur juga harus bervariasi. Jika saat sahur terus-menerus dengan menu yang sama, maka kebutuhan nutrisi anak tidak akan terpenuhi dengan baik. Dalam hal ini, ibu dituntut kreatif dalam menyajikan makanan sehat sebagai menu sahur yang menggugah selera.
  • Beri hadiah. Tidak ada salahnya menjanjikan untuk memberi hadiah atau reward sebagai penghargaan ketika anak menjalankan puasa dengan baik. Cara ini cukup efektif membuat anak semangat bangun sahur dan puasa hingga tamat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY