Tips untuk Mengkomunikasikan dan Mengelola Kemarahan Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Marah merupakan bentuk luapan emosi yang normal dan semua orang pasti pernah mengalaminya. Kemarahan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa saja orang yang marah tersebut merasa terganggu, tidak senang terhadap suatu keadaan, merasa dirugikan dan lain sebagainya. Selain itu, seorang yang kurang tidur dan stress memiliki kecenderungan lebih besar untuk marah.

Seseorang mengungkapkan kemarahan dengan banyak cara mulai dari mengekspresikannya secara langsung seperti berbicara dengan intonasi tinggi dan suara yang kencang. Atau mungkin juga orang tersebut hanya diam untuk mengekspresikan kemarahannya.

Seperti orang dewasa, remaja pun normal untuk marah dan mengekspresikan kemarahannya. Sebagai seorang anak yang mengalami fase hidup yang baru yaitu remaja pastilah tidak mudah. Mereka harus berhadapan dengan hal baru yang bisa jadi merupakan beban tersendiri seperti sekolah, teman sebaya dan pengaruh hormon.

Jika Anda memiliki anak yang telah beranjak remaja, ada beberapa tips untuk mengkomunikasikan dan mengelola kemarahan remaja tersebut. Berikut di bawah ini adalah hal- hal yang dapat Anda lakukan ketika remaja marah:

  1. Komunikasi yang lancar

Saat remaja mungkin anak Anda akan lebih dekat kepada teman- teman sebaya dibandingkan dengan Anda sebagai orang tua. Hal tersebut akan membuat anak merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan atau kesulitan yang dia hadapi. Terkadang anak merasa kesal karena sulit menyampaikan apa yang dirasakannya dan mengekspresikan hal tersebut dengan marah.

Jika Anda memiliki komunikasi yang baik dengan mereka, hal tersebut dapat diminimalisir. Anda bisa menjadi pendengar yang baik terhadap apa yang disampaikan anak. Anda pun dapat membantunya apabila mereka menghadapi kesulitan yang cukup berat dalam menjalani hari- harinya.

  1. Berikan pelukan yang tulus

Anak yang merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya bisa menjadi seorang remaja yang pemarah. Jangan biarkan kesibukan Anda membuat jarak antara Anda dengan anak semakin jauh. Luangkan waktu untuk bersama mereka. Jangan sungkan untuk memberikan pelukan atau belaian yang tulus untuk mengungkapkan kasih sayang Anda.

  1. Kenali penyebab kemarahan remaja

Mengetahui dan mengenali penyebab kemarahan anak Anda bisa meminimalisir kemarahan yang bisa saja terjadi. Jika Anda sudah mengetahui penyebab kemarahannya, hindarilah hal tersebut. Semisal apabila anak tersebut marah jika saat belajar ada yang menyalakan televisi karena dapat mengganggu waktu belajarnya, maka ingatkan anggota keluarga yang lain untuk tidak menyalakan televisi selama waktu belajar.

  1. Ajari remaja untuk mengontrol emosi

Ketika remaja mulai menunjukkan ekspresi dan tanda- tanda kemarahannya, ingatkan dia untuk tetap tenang. Tarik nafas dalam- dalam dan bisa juga mengajak remaja tersebut untuk keluar ruangan dan berjalan- jalan agar merasa rileks. (AYK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here