Topeng Kehamilan

SehatFresh.com – Para calon ibu, sudahkah ibu mendengar tentang topeng kehamilan? Keluhan flek cokelat kehitaman di wajah dikenal dengan melasma, yang apabila terjadi saat kehamilan dikenal juga sebagai “topeng kehamilan”, yang secara medis disebut melasma gravidarum atau chloasma. Ini merupakan keluhan umum yang menyertai proses kehamilan.

Belum jelas apa yang sebenarnya menyebabkan melasma. Namun, diduga sensitivitas estrogen dan progesteron terkait dengan kondisi ini. Ini berarti pil KB, kehamilan, dan terapi hormon bisa memicu munculnya melasma. Stres dan penyakit tiroid juga telah disebut-sebut menjadi penyebab melasma. Paparan sinar matahari juga dapat menyebabkan melasma karena sinar ultraviolet memengaruhi sel-sel yang mengendalikan pigmen (melanosit).

Terkait kehamilan, melasma dipicu oleh perubahan hormonal yang terjadi selama masa kehamilan yang menyebabkan peningkatkan produksi melanin (substansi alami yang memberikan warna pada rambut, kulit dan mata) secara temporer. Akibatnya, bisa muncul flek kecoklatan pada pipi, dahi dan dagu bahkan pada leher dan lengan, pada beberapa kasus. Tahi lalat juga mungkin terlihat lebih gelap dan muncul juga garis gelap di pusat perut (linea nigra) serta areola menjadi lebih kehitaman.

Untungnya, chloasma hanya bersifat sementara dan biasanya hilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah melahirkan atau hingga setelah selesai menyusui. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kondisi tidak memburuk dan meminimalkan munculnya perubahan warna.

  • Tingkatkan asupan asam folat: Studi menunjukkan bahwa kekurangan asam folat berkaitan dengan hiperpigmentasi (kondisi kulit lebih gelap dari warna semula) pada ibu hamil. Secara alami, asma folat dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau, jeruk, dan sereal gandum utuh.
  • Lindungi kulit dari sinar matahari: Ketika hendak keluar rumah, aplikasikan tabir surya setidaknya dengan kandungan SPF 15, idealnya SPF 30. Paparan sinar matahari akan membuat chloasma semakin terlihat. Kenakan juga kacamata hitam dan topi lebar atau paying untuk perlindungan maksimal.
  • Samarkan: Jika ibu merasa tidak percaya diri akan penampilan, chloasma bisa ditutupi dengan make-up. Pilihlah alas bedak dan concealer yang hipoalergenik untuk menyamarkan area gelap pada wajah. Sesuaikan dengan jenis kulit, tapi pastikan concealer yang digunakan lebih ringan dari produk yang biasa digunakan sebelum hamil.
  • Jangan sembarangan menggunakan produk perawatan berbasis kimia untuk mencerahkan kulit selama hamil atau selama menyusui, karena ini bisa membawa potensi bahaya. Jika chloasma tak kunjung pudar bahkan setelah masa menyusui selasai, konsultasikan pada dokter kulit agar mendapatkan rekomendasi pengobatan yang tepat.

Sumber gambar : www.kabarfemale.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here