Tradisi Homoseksual pada Masa Yunani Kuno

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dengan adat ketimuran yang cukup kental membuat Indonesia menjadi negara yang masih tabu dengan yang namanya homoseksual. Sebab hal itu dianggap tidak sesuai dengan norma yang ada di Indonesia.

Berbeda lagi dengan zaman Yunani Kuno. Yunani Kuno merupakan salah satu peradaban yang membebaskan adanya hubungan homoseksual. Namun pada peradaban yunani kuno, kata homoseksual biasanya dikenal dengan Paiderastia. Istilah tersebut memiliki arti sebuah hubungan erotik yang dilakukan oleh seorang pria yang lebih tua dengan pria yang lebih muda. Dalam hal ini pria yang lebih tua bertugas menjadi mentor untuk membimbing pria muda menjadi lelaki Yunani sejati.

Atas kebebasan homoseksual di zaman Yunani Kuno, sebenarnya tradisi homoseksual apa saja yang ada pada saat zaman tersebut? Berikut tradisi homoseksual pada zaman yunani kuno:

  1. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa homoseksual di yunani kuno dilakukan antara pria yang lebih tua dengan pria yang lebih muda. Tradisi tersebut dilakukan dengan cara pria yang lebih tua atau disebut dengan erastes memberikan pendidikan, perlindungan, cinta dan kebutuhan pasanganya atau kepada yang lebih muda atau disebut eromenos. Sedangkan eromenos bertugas mempersembahkan keindahan, layanan cinta dan kemudaan kepada erastes.
  2. Bangsa yunani kuno tidak membedakan seseorang dari jenis kelaminya namun perannya. Perbedaan peran tersebut ada dua yaitu si aktif dan si pasif. Si aktif adalah orang yang dapat mengasosiasikan dengan maskulinitas dan orang yang terlihat feminim maka disebut dengan si pasif.
  3. Di yunani kuno juga ada pebedaan status sosial. Status sosial orang akan semakin tinggi berdasarkan keaktifannya dalam berhubungan seksual tanpa mempertimbangkan jenis kelamin pasangannya.
  4. Salah satu alasan homoseksual bebas dilakukan pada masa yunani kuno karena tradisi tersebut dianggap dapat memberikan pahala pada yang melakukannya sehingga homoseksual menjadi lazim.
  5. Tradisi homoseksual tersebut akan dihentikan jika pasangan yang lebih muda sudah memiliki tanda-tanda maskulinitas.
  6. Lelaki pada zaman yunani kuno dianggap sudah maskulin atau dewasa jika sudah memiliki tanda-tanda seperti jenggot yang tumbuh di sekitar wajah. Jika tanda-tanda kedewasaan belum muncul maka mentor dalam hubungan tersebut masih menjalankan tugasnya. Serta perlu anda ketahui bahwa hubungan yang mereka jalankan bukan seperti cinta ayah kepada anaknya namun layaknya sepasang kekasih yang saling memberikan cinta.

Itulah beberapa tradisi homoseksual pada masa yunani kuno. Meski cukup tabu bagi kita namun tidak salah jika bisa digunakan sebagai pengetahuan kita bahwa homoseksual juga sebenarnya sudah ada sejak dulu di zaman yunani kuno. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here