Trauma Fisik dan Mental Akibat Kekerasan Terhadap Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kekerasan terhadap anak tidak hanya berdampak pada masa sekarang, namun juga berpotensi bahaya untuk masa depannya. Imbas dari penganiayaan atau kekerasan pada anak dapat menuai berbagai dampak negatif pada perkembangan fisik dan psikologis korban.

Tidak hanya itu, dampak kekerasan terhadap anak bisa berkepanjangan, sehingga tidak mengherankan jika banyak ditemui anak korban kekerasan yang tidak bisa menikmati masa kanak-kanaknya.

Dampak kekerasan pada anak terhadap kesehatan mentalnya

Anak-anak yang menderita penganiayaan atau kekerasan cenderung kurang percaya diri dan sulit  percaya pada orang dewasa. Akibat kekerasan, mereka tidak punya mental untuk bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya, sehingga berdampak pada gangguan pengendalian emosi. Semakin lama penganiayaan yang ia terima, semakin serius pula dampaknya. Dalam beberapa situasi dan kondisi, kesulitan ini bisa terus berlanjut sampai masa remaja bahkan hingga dewasa. Trauma kekerasan adalah salah satu faktor resiko dari gangguan kecemasan dan depresi kronis di masa mendatang.

Berikut ini beberapa kemungkinan efek samping atau dampak kekerasan anak bagi kesehatan mental mereka, meliputi:

  1. Gangguan kecemasan dan depresi

Sikap murung pada anak akibat mengalami kekerasan yang berlanjut, lambat laun bisa mengarah kepada depresi atau stres. Kehilangan kemampuan untuk merasakan kebahagiaan perlahan akan meningkatkan perasaan yang buruk dan depresi sehingga anak akan selalu dipengaruhi oleh perasaan negatif, tanpa ada keinginan untuk berpikir positif meningkatkan semangat di dalam dirinya. Anak juga bisa menderita gangguan kecemasan akut serta depresi kronis.

  1. Sulit fokus dan berkonsentrasi

Tekanan akibat kekerasan yang dialami anak dapat merusak kemampuannya untuk fokus dan konsentrasi terhadap suatu hal. Misalnya, pada saat kegiatan dan pelajaran di sekolah, anak jadi sulit untuk menangkap materi yang diberikan oleh gurunya. Hal ini dapat menghilangkan minat dan bakat anak yang tadinya tampak besar

  1. sulit tidur

Tekanan pikiran yang dialami anak akibat kekerasan atau penganiayaan yang ia terima akan berlanjut hingga mempengaruhi pola tidur anak. Anak dapat mengalami susah tidur bahkan mimpi buruk sebagai hasil dari beban pikiran yang disimpan di alam bawah sadarnya. Jika anak kerap bermimpi buruk yang sulit dijelaskan penyebabnya, anda perlu mewaspadai, karena bisa saja anak sedang mengalami suatu tindakan kekerasan yang tidak diketahui oleh Anda.

  1. Sulit mengendalikan emosi

Kecenderungan anak yang mengalami kekerasan hingga berakibat merasa kurang percaya diri dan tidak mempercayai orang dawasa, umumnya tak dapat mengungkapkan perasaannya dengan benar. Akhirnya, anak kesulitan mengungkapkan perasaan yang sebenarnya sehingga mengalami kesulitan dalam mengendalikan atau menunjukkan emosi dirinya kepada orang lain.

Dampak kekerasan terhadap anak terhadap kesehatan fisiknya

Mengidentifikasi dampak fisik dari anak yang menjadi korban kekerasan bisa menjadi sangat penting dalam mengetahui adanya penganiayaan untuk mengambil langkah lebih jauh dalam melindungi anak dari kekerasan atau penganiayaan. Tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada anak lebih mudah untuk dikenali. Keberadaan satu tanda kekerasan fisik terhadap anak tak selalu berarti bahwa anak menderita penganiayaan. Namun, ketika menyadari ada satu atau lebih tanda kekerasan pada anak bisa memberikan sinyal diperlukannya pengamatan lebih lanjut. Berikut ini adalah beberapa tanda kekerasan fisik dapat meliputi:

  • Memar, bengkak, atau pendarahan di area kelamin (perempuan)
  • Luka bakar
  • Sulit berjalan atau duduk
  • Kebersihan yang buruk
  • Keseleo atau patah tulang
  • penyakit menular seksual

Tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan terhadap anak tak selalu tampak jelas, dan seorang anak mungkin tidak akan memberi tahu siapapun mengenai apa yang terjadi pada mereka. Anak-anak mungkin merasa takut bahwa pelaku akan mengetahuinya, dan takut jika kekerasan yang dialaminya akan menjadi lebih buruk. Atau, mereka mungkin berpikir bahwa tidak ada yang bisa mereka beri tahu atau bahwa mereka tidak akan dipercaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here