Tumor Sekunder Karena Kanker Payudara

SehatFresh.com – Kanker payudara stadium lanjut (stadium IV) dapat bermetastasis sehingga menyebabkan pertumbuhan tumor pada jaringan dan organ lain dalam tubuh. Hal ini terjadi ketika beberapa sel tumor primer “terputus” dan berjalan ke seluruh tubuh untuk menjajah organ lain dan membentuk tumor sekunder. Tumor sekunder ini bisa tumbuh di seluruh tubuh, tetapi paling sering memengaruhi paru-paru, saraf pusat, otak dan tulang.

Kanker payudara umumnya bermetastasis ke paru-paru, yang dapat mengancam jiwa. Menurut University of Rochester Medical Center, tumor sekunder di paru-paru ditemukan di hampir sepertiga dari pasien yang meninggal karena kanker. Salah satu gejala pertama dari perkembangan kanker sekunder di paru-paru adalah sesak napas. Normalnya, paru-paru memiliki kapasitas tertentu untuk udara. Kapasitas udara paru-paru dapat ditingkatkan dengan olahraga, tapi juga dapat mengalami penurunan karena faktor-faktor seperti merokok, tetapi perubahan ini terjadi secara bertahap.

Seiring dengan perkembangan kanker pada paru-paru, tumor dengan cepat mulai mengambil ruang di paru-paru sehingga mengurangi jumlah udara paru-paru. Gejala lainnya adalah dahak berdarah, kelemahan dan nyeri dada. Bila Anda sebelumnya telah didiagnosis dengan kanker payudara sangat agresif, penting untuk selalu memantau kesehatan paru-paru Anda.

Kanker payudara juga seringkali diitemukan bermetastasis ke sistem saraf pusat. Kondisi ini nantinya mengarah ke pengembangan gejala-gejala neurologis. Tumor di sistem saraf pusat ditemukan dalam cairan tulang belakang dan sumsum tulang belakang serta otak. Kanker yang bermetastasis ke otak mengakibatkan penyumbatan sirkulasi cairan tulang belakang, tekanan pada otak akibat pertumbuhan tumor dan pembengkakan akibat kelebihan cairan. Kondisi ini disebut edema. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala, kelemahan otot, masalah penglihatan serta perubahan perilaku atau kepribadian.

Cukup banyak juga ditemukan kasus kanker payudara yang bermetastasis ke tulang. Dalam beberapa kasus, kanker bisa menggerogoti jaringan tulang, yang menyebabkan lubang di tulang, sementara, dalam kasus lain, kanker dapat membentuk endapan tulang yang meningkatkan massa tulang. Tumor sekunder pada tulang juga dapat menyebabkan kompresi tulang belakang jika tulang tulang belakang menjadi besar atau cacat.

Pasien kanker payudara stadium lanjut memiliki kemungkinan sembuh yang sangat kecil. Kendati demikian, mutu hidup pasien harus dalam kondisi sebaik mungkin. Ini dapat dibantu dengan perawatan paliatif. Prinsipnya, perawatan paliatif ditujukan untuk mempertahankan atau menambah mutu hidup, tidak hanya secara fisik tapi juga secara emosional. Kerja sama antara ahli medis dan keluarga pasien mutlak diperlukan dalam hal meningkatkan mutu hidup pasien. Pasien harus terus diedukasi agar ia dapat menerima situasinya dengan baik.

Sumber gambar : www.pusatnyaobatherbal.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY