Umur Berapa Anak Mulai Diajarkan Berpuasa dan Wajib Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ramadhan, bulan penuh pahala akan segera tiba. Setiap keluarga muslim yang beriman berlomba-lomba meraih keberkahannya dengan cara mengajak semua anggota keluarganya untuk berpuasa. Tak terkecuali anak-anak. Keutamaan puasa Ramadhan juga berlimpah. Selain menjadi perisai, Allah sendirilah yang membalas pahala puasa. Karena, puasa pada hakikatnya ditujukan untuk Allah SWT. Bahkan, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari kesturi.

Puasa Ramadhan juga bisa menebus dosa-dosa masa lalu jika dikerjakan dengan iman dan kesabaran. Berlimpahnya pahala puasa menjadi keberkahan bagi setiap keluarga, bahkan bagi anak-anak. Mereka mulai diajarkan untuk berpuasa sedari dini. Ada istilah puasa beduk bagi anak-anak. Yakni, puasa setengah hari. Memang syariat Islam tidak mematok usia berapa anak kecil harus berpuasa.

Karena secara umum, kewajiban menjalankan syariat Islam adalah ketika sudah mencapai usia mukalaf atau aqil baligh. Anak laki-laki dinyatakan aqil baligh jika sudah mengeluarkan sperma atau bermimpi melakukan persetubuhan. Sedangkan anak perempuan dinyatakan aqil baligh jika ia sudah mengalami menstruasi atau haid. Dan untuk hal ini usia masing-masing anak tidaklah sama, namun biasanya batas minimal anak mengalami hal tersebut adalah di usianya yang ke 9, sementara batas maksimalnya biasanya anak sudah berusia 15 tahun.

Namun, di dalam hadis shahih disebutkan bahwa anak yang sudah mencapai usia 7 tahun maka ia agar disuruh shalat dan apabila ia sudah sampai berusia 10 tahun belum mau menjalankan shalat, maka bagi orang tuanya atau walinya boleh untuk memukulnya dengan pukulan yang mendidik. Oleh karena itu, jika dianologikan dengan shalat, maka anak yang berusia tujuh tahun hendaknya sudah disuruh untuk menjalankan puasa.

Di dalam kitab Shahih al Bukhari pun terdapat bab khusus puasanya anak-anak “Babu Shaumis Shibyan”. Dalam pengantarnya imam al Bukhari mengutip perkataan khalifah Umar bin al Khattab yang sedang geram dengan ulah orang yang mabuk di bulan Ramadhan, seakan-akan ia tidak malu dengan anak-anak kecil yang sudah mau belajar berpuasa.

Anak sangat membutuhkan zat gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat bila dibandingkan dengan orang dewasa. Pada usia ini, anak melewati berbagai tahap pertumbuhan dan perkembangan. Jika asupan anak berkurang pada masa ini, mungkin saja pertumbuhan dan perkembangannya dapat terganggu. Oleh karena itu, jika anak berpuasa, usahakan tidak sampai mengurangi jumlah asupan yang harus diberikan kepada anak. Anak bisa diajarkan puasa secara bertahap, mulai dari puasa setengah hari hingga puasa sehari penuh agar anak tidak terkejut menerima perubahan.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here