Usia Dan Kanker Ovarium

SehatFresh.com – Ada berbagai hubungan antara perkembangan kanker ovarium dan usia. Tidak hanya terkait peningkatan risiko kanker yang meningkat seiring usia, tetapi beberapa faktor risiko lainnya juga melibatkan usia wanita untuk berbagai peristiwa reproduksi tertentu. Menurut American Cancer Society (ACS), kanker ovarium relatif jarang terjadi pada wanita di bawah usia 40. Lima puluh persen dari semua kasus kanker ovarium tercatat adalah wanita berusia antara 55 dan 64. Kanker ini paling mungkin terjadi setelah seorang wanita telah mencapai menopause.

Usia di mana seorang wanita mencapai peristiwa reproduksi tertentu juga memainkan faktor untuk kanker ovarium. Faktor usia pertama melibatkan menstruasi. Jika mentruasi pertama terjadi sebelum usia 12, Anda memiliki risiko sedikit lebih tinggi terhadap kanker ovarium dibandingkan perempuan yang mengalami menstruasi di atas usia tersebut. Kemudian, wanita yang mengalami menopause setelah usia 50 memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita yang mengalami menopause lebih awal.

Dua faktor lainnya adalah usia ketika pertama kali hamil. Jika hamil sebelum usia 26, risiko kanker ovarium lebih rendah dibandingkan perempuan yang tidak. Jika kehamilan pertama terjadi di usia lebih dari 35 tahun, atau belum pernah hamil, risiko semakin meningkat.

Usia adalah faktor krusial, tapi bukan satu-satunya faktor risiko untuk kanker ovarium. Riwayat keluarga juga ikut andil dalam hal ini. Anda lebih mungkin terkena kanker ovarium jika ibu atau saudara Anda pernah mengidapnya. Ada mutasi gen tertentu (BRCA1 dan BRCA2) yang secara signifikan meningkatkan risikonya. Mutasi ini bisa diwariskan dari ibu maupun ayah. Mutasi gen BRCA juga meningkatkan risiko kanker payudara.

Wanita yang sebelumnya telah didiagnosis dengan kanker payudara juga berisiko lebih tinggi terkena kanker ovarium. Obesitas, terutama bila indeks massa tubuh berada pada angka 30 atau lebih, risiko semakin meningkat pula. Infertilitas atau menggunakan obat kesuburan juga dapat menyebabkan risiko yang lebih besar. Ini juga berlaku pada mereka dengan terapi penggantian hormon setelah menopause, terutama jika mengambil estrogen selama lima tahun atau lebih.

Ada beberapa hal yang dapat diakukan untuk menurunkan risiko kanker ovarium. Yang pertama adalah mengambil pil KB atau kontrasepsi oral. Konsumsi pil kontrasepsi selama lima tahun terbukti cukup signifikan mengurangi risiko kanker ovarium. Kehamilan dan menyusui juga dapat menurunkan risiko terkena kanker ovarium. Selain itu, penting untuk menerapkan gaya hidup yang sehat agar terhindar dari obesitas seperti olahraga teratur serta menjalankan pola makan yang sehat dan seimbang.

Sumber gambar : www.infokesehatan.cf

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY