Usia Ideal Bagi Anak untuk Diajarkan Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Membuat anak agar mendalami ilmu agama salah satu caranya yaitu dengan pengenalan dini terhadap ilmu dan aktivitas yang ada dalam agama. Dengan pengenalan dini maka anak kedepannya akan semakin banyak mengetahui ilmu dari agama yang dipeluknya.

Salah satu pengenalan yang wajib untuk anak anda yang beragama islam adalah pengenalan atau berlatih menjalankan ibadah puasa. Selain dapat memperdalam ilmu agama, jika anak anda mulai sejak dini diajari berpuasa ada dampak positif lain yang bisa diperoleh.

Dampak positif lain dari puasa bagi anak anda adalah baik bagi perkembangan fisik dan mental anak, meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Serta dalam aspek psikologis, anak yang berpuasa akan memiliki pola hidup yang lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan dapat mengendalikan diri dengan baik.

Sungguh banyak manfaat puasa bagi anak anda yang semakin membuat anda ingin melayih puasa pada buah hati. Tetapi, ada beberapa orang tua yang khawatir jika anak dilatih berpuasa sejak dini karena takut tidak kuat dan lain sebagainya. Namun, tidak ada salahnya anda mencoba mengajari anak untuk berpuasa tetapi tidak berkesan memaksa karena itu bukan cara yang baik. Lalu usia berapakah anak sudah boleh berlatih puasa?.

Untuk mengajarkan ibadah puasa pada anak dapat dimulai ketika anak sudah menginjak usia empat tahun.Pada usia empat tahun anak sudah dapat memahami puasa dan juga menahan lapar. Tetapi anda harus melatihnya secara perlahan atau dengan kata lain jangan langsung puasa secara penuh satu hari.

Mungkin untuk hari pertama anak dilatih untuk berpuasa selama beberapa jam dan boleh berbuka. Jika anak sudah terbiasa atau merasa mampu maka boleh untuk puasa seharian. Namun, anda harus memantau apakah terjadi penurunan gula darah pada anak, Jika hal itu terjadi sebaiknya anjurkan anak untuk berbuka sebelum waktunya, karena hal tersebut cukup berbahaya.

Untuk membantu anak menjalankan puasa dengan baik. Anda perlu menyiapkan menu sahur yang sesuai dengan kebutuhan gizinya. Serta perhatikan kebutuhan cairan anak agar tidak terjadi dehidrasi di siang hari karena aktivitas anak yang cenderung lebih aktif. Atau anda juga dapat mengajak anak bermain atau membuat kegiatan yang menarik di waktu menunggu berbuka puasa. Sehingga akan mengalihkan rasa lapar anak dan berhasil melalui puasa tersebut.

Ketika tiba waktu berbuka puasa, berikan makanan manis terlebih dahulu pada anak. Sehingga dapat membantu mengembalikan kadar gula darahnya. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here