Usia Memengaruhi Penurunan Kualitas Sperma

Senior Couple Having Argument At Home

SehatFresh.com – Ketika berhubungan intim, memiliki anak tentu menjadi salah satu tujuan utama terutama bagi mereka yang sangat menginginkannya. Kualitas sperma menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembuahan. Kualitas sperma bisa mengalami penurunan. Seorang pria yang memiliki sperma cukup banyak ternyata bukan jaminan untuk mampu membuahi sel telur. Salah satu faktor yang menurunkan kualitas sperma adalah usia.

Banyak pria yang tidak sadar bahwa sering bertambahnya usia, maka kualitas sperma juga akan menurun. Banyak pria tetap beranggapan bahwa selama jumlah sperma yang dimiliki tetap banyak, mereka akan mampu memiliki anak hingga usia berapa pun. Semakin bertambahnya usia pria maka kualitas sperma yang dihasilkan juga akan semakin menurun. Banyak penelitian yang telah mengungkapkan hal tersebut. Penurunan tersebut bisa dimulai sejak pria berusia 35 tahun.. Dibandingkan dengan pria berusia 20-29 tahun, pria berusia 35 tahun memiliki sperma dengan kemampuan bergerak yang lebih rendah.

Pergerakan sperma adalah hal yang penting untuk proses pembuahan sel telur. Penurunan kemampuan gerak sperma itu sudah dimulai sejak usia 30 tahun dan akan terus menurun setiap tahunnya. Diperkiarakan pria yang hidup di masa modern seperti saat ini mengalami masalah baik dalam segi kuantitas maupun kualitas sperma, seiring dengan pertambahan usia. Selain hal akan berpengaruh pada masalah kesuburan, kualitas sperma yang buruk juga dapat menjadi faktor utama penyebab keguguran dan masalah perkembangan pada bayi ketika terjadi kehamilan.

Penelitian juga menunjukkan adanya penurunan kualitas dari segi bentuk (morfologi) sperma ketika pria sudah melewati usia suburnya. Perubahan dari segi bentuk ini mengindikasikan konten genetik yang terkandung di dalam sperma. Adanya penyimpangan bentuk sperma yang signifikan dapat menyulitkan pembuahan dan menimbulkan masalah kelainan kromosom yang salah satunya dapat meningkatkan risiko Down Syndrome pada bayinya kelak.

Maka dari itu, maka sebaiknya pria menikah di umur 20 hingga 35 tahun, karena saat itulah kesuburan pria sedang pada puncaknya. Meskipun tidak ada bukti yang mengatakan bahwa usia di atas 35 tahun tidak bisa memiliki keturunan, namun perlu di ingat bahwa kualitas sperma yang berkaitan langsung akan mulai menurun pada usia tersebut. Selain itu, pola hidup yang sehat juga sangat menunjang tingkat kesuburan pada pria seiring usia mereka bertambah. Untuk mendapatkan kualitas sperma yang baik, terapkanlah pola hidur sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga serta hindari rokok dan minuman beralkohol.

Sumber gambar : www.huffingtonpost.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY