Vagina Kentut Ketika Berhubungan Intim

pic : pixaby

SehatFresh.com – Kentut, gas atau udara yang keluar melalui vagina ketika berhubungan intim biasanya jarang disadari oleh wanita. Sebab, kentut ini jarang mengeluarkan bunyi. Selain itu, kentut yang satu ini tidak memiliki bau seperti pada kentut yang biasanya. Kentut yang biasanya memang kerap bunyi dan berbau busuk atau mengeluarkan bau tidak sedap.

Kentut ini merupakan hasil dari udara yang terperangkap dalam vagina saat terjadinya proses penetrasi. Mungkin, ketika proses penetrasi, banyak udara yang masuk ke dalam vagina dan terperangkap. Sehingga, saat berganti posisi, udara itu akan keluar dan tercipa seperti kentut.

Suara-suara seperti suara kentut mungkin merupakan angin yang keluar karena posisi bercinta Anda dan pasangan. Pada posisi tertentu, udara dapat terkumpul di rongga vagina, karena penetrasi penis yang bergerak dan memompa. Seringnya berganti posisi saat berhubungan seksual juga meningkatkan kejadian keluar angin dari vagina.

Hal ini dapat pula terjadi pada wanita dengan otot dasar panggul vagina yang melemah. Proses persalinan normal memang dapat menyebabkan otot dasar panggul vagina menjadi lemah atau kerap disebut secara awam dengan kekendoran vagina. Semakin banyak melahirkan anak melalui jalan lahir (vagina), maka semakin besar kemungkinan vagina berkurang kekencangannya. Hal tersebut merupakan proses alami.

Jika kentut yang keluar dari vagina ini mengeluarkan bau, bisa jadi hal ini merupakan tanda bahwa Anda mengidap sebuah penyakit. Penyakit yang tanda-tandanya bisa berupa kentut yang keluar dari vagina misalnya robeknya colon (ususbesar) dan vagina, fistula colovaginalis, penyakit Chron, dan infeksi usus lainnya.

Jika hal ini terjadi, ada baiknya Anda memberitahu pasangan, agar tetap merasa nyaman ketika berhubungan intim. Terlebih jika udara yang dikeluarkan membuat aroma yang tidak sedap. Selain itu, komunikasikan pasangan Anda agar berganti posisi, sehingga udara yang masuk tidak bertambah banyak.

Walaupun bukan merupakan aktifitas seksual yang bisa menimbulkan bahaya, namun pada beberapa kasus jika masuknya udara kedalam vagina dan rahim saat berhubungan intim dengan wanita hamil sering terjadi dan dalam jumlah banyak, hal ini bisa menimbulkan kasus emboli (masuknya udara ke dalam pembuluh darah) yang bisa menyebabkan bahaya kepada janin dan ibu, bahkan kematian janin yang dikandung serta penyulit pada masa persalinan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY