Varikokel Masalah Pembuluh Darah pada Mr. P yang Perlu Diwaspadai

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Varises tak hanya menyerang kaki, khususnya bagi para pria, lekukan urat yang menjadi tanda varises juga bisa terlihat pada Mr. P. Secara medis, varises pada Mr. P disebut dengan istilah varikokel (varicocele). Kondisi ini disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di dalam skrotum (kantung yang membungkus testis). Di dalam skrotum, testis ditahan oleh saluran yang disebut korda spermatika. Saluran tersebut berisi pembuluh darah, arteri, dan saraf. Pembuluh darah di dalam skrotum bertugas memindahkan darah dari testis ke skrotum, lalu dialirkan kembali ke jantung. Namun, terkadang mekanisme ini tak berjalan sebagaimana mestinya sehingga membuat darah menjadi berkumpul di pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah pun melebar (berdilatasi) yang akhirnya menjadi varikokel.

Belum jelas apa yang menjadi penyebab pastinya. Varikokel seringkali ditemukan pada remaja laki-laki yang sedang masa pubertas, di mana pada masa itu testis berkembang pesat dan membutuhkan banyak pasokan darah. pada area kiri skrotum. Kemungkinan besar itu karena pembuluh darah dalam skrotum yang letaknya di kiri. Meskipun jarang terjadi, varikokel juga dapat memengaruhi kiri dan kanan skrotum.

Awalnya, varikokel tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, terkadang menimbulkan rasa sakit disertai gejala lain, seperti perasaan sesak pada skrotum, dan terlihat urat yang lebih menonjol pada satu sisi skrotum. Rasa sakit seringkali makin intens ketika melakukan aktivitas fisik dan mereda saat berbaring. Seiring waktu, tonjolan urat pada skrotum akan semakin besar dan semakin terlihat.

Karena gejalanya tak selalu disadari, varikokel umumnya ditemukan ketika pemeriksaan kesuburan. Varikokel sendiri disebut-sebut sebagai salah satu penghambat seorang pria memiliki keturunan. Namun, bila mendapati adanya sesuatu yang tidak beres dengan kondisi alat vital Anda, seperti nyeri, bengkak, adanya benjolan, serta perubahan ukuran pada skrotum dan bagian Mr. P lainnya, segera periksakan. Gejala-gejala semacam itu bisa disebabkan oleh kondisi medis yang memerlukan penanganan medis dengan segera.

Dalam diagnosis varikokel, dokter awalnya akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan tambahan dengan bantuan USG pada area skrotum. Tes ini dapat memberikan gambaran korda spermatika sehingga membantu dalam penegakan diagnosis. Bahkan, dalam kasus tertentu, tes pencitraan lebih lanjut mungkin disarankan untuk mengidentifikasi adanya tumor yang menekan korda spermatika. Setelah varikokel terdiagnosis, dokter akan mengklasifikasikan menilai kondisi dengan memberi nilai klinis dari 1 sampai 3. 1 adalah yang terkecil, sedangkan 3 adalah terbesar. Selanjutnya, dokter akan mendiskusikan pilihan pengobatan dengan mengacu pada tingkat keparahan dari kondisi yang dialami. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here