Virus Penyebab Flu

SehatFresh.com – Banyak orang berasumsi bahwa flu disebabkan karena kehujanan, makan terlalu banyak gorengan, dan konsumsi es berlebihan. Ternyata alasan-alasan tersebut hanyalah mitos belaka. Hal tersebut hanyalah faktor yang memperberat kondisi flu yang Anda alami. Flu dikategorikan ke dalam jenis penyakit saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus influenza. Penyebaran influenza ini sangatlah cepat, bisa menular lewat udara, sentuhan langsung atau saat berada dekat dengan orang lain yang sedang menderita sakit flu.

Ada 3 jenis virus influenza yang menyebabkan flu, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C. Ketiga jenis virus tersebut menyebar dengan cara yang sama yaitu dengan keluar dari tubuh orang yang terinfeksi setiap kali orang itu batuk, bersin, atau menempatkan mulut mereka pada objek lain. Lembaga di Amerika, The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa orang dengan flu dapat menyebarkan virus kepada orang lain hingga jarak enam kaki. Jika Anda berada dalam kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, Anda sangat berisiko tertular virus.

Sebagian besar orang mengalami gejala flu dalam waktu satu sampai empat hari sakit. Namun, orang yang terinfeksi dapat mulai menyebarkan virus flu kepada orang lain satu hari sebelum gejala tampak dan sampai seminggu setelah sakit.

  • Tipe A
    Virus influenza tipe A merupakan bentuk yang paling mematikan dari influenza dan salah satu yang menyebabkan penyakit yang paling parah. Virus ini bisa berasal populasi burung liar, unggas, atau babi, sehingga ada istilah flu burung atau flu babi. Virus influenza tipe A paling aktif selama cuaca dingin di daerah beriklim sedang, dan musim puncaknya biasanya berlangsung dari akhir musim gugur ke musim semi. Virus tipe A ini dikategorikan menurut variasi dalam dua protein pada permukaan virus: H (hemagglutinin) dan N (neuraminidase). Menurut CDC, ada 17 subtipe dari protein H dan 10 subtipe dari protein N. Kombinasi protein yang berbeda menyebabkan adanya strain virus yang berbeda. H1N1 dan H3N2 adalah dua strain terbaru dari virus influenza tipe A.
  • Tipe B
    Virus influenza tipe B tidak dibagi menjadi subtipe, karena virus tidak bermutasi menjadi strain yang berbeda. Virus ini aktif sepanjang tahun, namun gejalanya lebih ringan dibandingkan tipe A. Gejala flu yang disebabkan virus tipe B hampir sama dengan gejala flu biasa, seperti batuk, demam, sakit kepala, nyeri tubuh, serta kelelahan. Ini biasanya berlangsung antara 3 dan 7 hari, dan jika keadaan makin memburuk penderita akan mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas apapun selain berbaring di tempat tidur.
  • Tipe C
    Virus influenza tipe C adalah jenis paling umum dari flu, dan gejala umumnya jauh lebih ringan dibandingkan tipe A atau tipe B. Virus ini hanya menyerang manusia dan tidak berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada sistem pernapasan.

Jika Anda mengalami flu, sebaiknya Anda bisa memulihkan kondisi dengan banyak beristirahat, minum banyak cairan agar tetap terhidrasi, dan menjaga kontak dengan orang lain agar virus flu tidak tersebar ke orang lain. Jika kondisi flu dirasa cukup berat, obat-obatan bisa digunakan untuk membantu mengurangi keluhan-keluhan yang membuat Anda merasa sangat tidak nyaman. Jika Anda berada pada risiko untuk terjadinya sebuah komplikasi, pastikan untuk segera mendapatkan pertolongan medis.

Sumber gambar : dokita.co

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY