Virus Zika Dan Cacat Lahir

SehatFresh.com – Ada kekhawatiran bahwa ibu hamil yang terinfeksi virus Zika dapat menularkan penyakit kepada bayi mereka yang belum lahir, sehingga menimbulkan komplikasi serius. Berdasarkan laporan dari beberapa negara terutama Brazil, terjadi peningkatan cacat lahir pada janin yang parah dan hasil kehamilan yang buruk pada bayi yang ibunya terinfeksi virus Zika saat hamil. Yang kini tengah menjadi perbincangan, diduga ada kaitan antara virus Zika dan mikrosefali.

Mikrosefali adalah kondisi medis di mana lingkar kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal akibat perkembangan otak yang tidak sempurna. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kelainan genetik yang mengganggu pertumbuhan korteks serebral pada bulan-bulan awal perkembangan janin. Kekhawatiran mikrosefali mulai muncul beberapa bulan setelah virus Zika diidentifikasi, dan sejumlah pakar kesehatan Brazil percaya mungkin ada kaitan antara virus Zika dan cacat lahir.

Ketika para ahli mempelajari cairan ketuban pada ibu hamil yang hamil dengan mikrosefali, mereka menemukan adanya virus Zika. Tercatat ada 3.893 kasus mikrosefali yang diduga disebabkan oleh virus Zika di Brazil. 224 diantaranya teridentifikasi virus Zika, sementara yang lainnya masih dalam penyelidikan.

Baru-baru ini, para ilmuwan dari US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bukti yang semakin menguatkan hubungan potensial antara virus Zika dan mikrosefali. Mereka menemukan virus Zika pada otak dua bayi yang telah meninggal dalam waktu 24 jam setelah lahir.

Virus Zika kini tengah menjadi berita hangat terkait wabahnya yang tengah merebak di Amerika Latin. Bahkan, CDC sampai mengeluarkan larangan kunjungan (travel alert) ke 22 negara yang diduga terjangkit virus Zika. Negara-negara tersebut diantaranya Bolivia, Ekuador, Guyana, Brazil, Kolombia, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Honduras, Meksiko, Panama, Paraguay, Suriname, Venezuela, Barbados, Saint Martin, Haiti, Martinique, Puerto Rico, Guadeloupe, Samoa, dan Cape Verde.

Pihak berwenang di beberapa negara di kawasan Amerika Latin bahkan menyarankan agar para wanita di negaranya menunda kehamilan sampai diketahui lebih banyak tentang virus tersebut. Karena sebelumnya sangat langka, virus ini belum dikaji dengan sangat baik.

Virus Zika ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, yang juga merupakan nyamuk yang menularkan penyakit demam berdarah. Di Indonesia, virus Zika tetap perlu diwaspadai mengingat nyamuk pembawa tersebut umum ditemukan terlebih ketika musim hujan. Tindakan pencegahan meliputi penggunaan obat nyamuk dan mengenakan baju lengan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk serta memberantas sarana yang bisa menjadi sarang jentik nyamuk.

Sumber gambar : rakyatku.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY