Vitamin A dan Beta-karoten

SehatFresh.com – Semua orang tentunya tidak asing dengan vitamin A yang populer untuk kesehatan mata. Tidak hanya untuk kesehatan mata saja, vitamin A digunakan oleh sel-sel dan jaringan dalam tubuh untuk berbagai fungsi penting. Vitamin A dapat ditemukan dalam makanan hewani, tetapi tubuh juga dapat mengkonversi beta-karoten dari makanan nabati yang diturunkan menjadi vitamin A bila diperlukan. Beta-karoten juga mungkin memiliki manfaat lain, selain menjadi prekursor untuk vitamin A.

Retinoid dan retinol adalah kelompok senyawa vitamin A yang paling umum. Vitamin A mendukung sistem kekebalan tubuh serta tulang dan merupakan bagian dari senyawa yang disebut rhodopsin yang menyerap cahaya di retina untuk membantu Anda melihat dengan jelas. Vitamin A juga penting selama perkembangan karena digunakan untuk memproduksi sel-sel baru. Vitamin A sering diukur dalam satuan internasional. Institute of Medicine, Amerika Serikat, merekomendasikan asupan harian 3.000 unit internasional untuk pria dan 2.310 wanita, sedikit ditambah selama kehamilan dan sekitar 4.000 unit internasional selama menyusui.

Beta-karoten disebut provitamin A karotenoid karena tubuh dapat mengubahnya menjadi vitamin A aktif. Beta-karoten adalah pigmen tanaman yang menciptakan warna oranye atau kuning pada banyak makanan. Selain bertindak sebagai prekursor vitamin A, beta-karoten juga bertindak sebagai antioksidan yang kuat. Antioksidan menonaktifkan bahan kimia yang tidak stabil yang disebut radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh selama proses pencernaan, ketika terkena sinar matahari atau setelah terpapar racun seperti asap rokok. Seiring waktu, radikal bebas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker dan gangguan lainnya.

Penelitian laboratorium oleh para ahli di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center menunjukkan beta-karoten dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker serta meningkatkan sel imun yang menghancurkan kanker. Namun, hasil uji klinis beta-karoten ini masih diperdebatkan dan belum meyakinkan serta perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap efeknya pada subyek manusia.

Makanan kaya vitamin A termasuk hati sapi, ikan, telur, unggas dan produk susu, serta sereal. Karena tubuh dapat menyimpan vitamin, mengambil terlalu banyak vitamin A bisa berisiko bagi kesehatan dan dapat menyebabkan gejala yang mencakup masalah-masalah neurologis dan nyeri sendi. Terkait beta-karoten, tidak ada batasan khusus untuk asupan beta-karoten. Penelitian umumnya menggunakan dosis berkisar antara 15 dan 180 miligram per hari. Dosis yang berlebihan bisa berefek buruk. American Heart Association menyarankan agar asupan beta-karoten didapat dari makanan alami ketimbang mengonsumsi suplemen. Sumber makanan yang mengandung beta-karoten yaitu wortel,  blewah, pisang, mangga, bayam, kale, melon dan aprikot.

Sumber gambar : mareklenc.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY