Vitamin C Optimalkan Penyerapan Zat Besi

SehatFresh.com – Zat besi berperan penting untuk kelancaran fungsi tubuh seperti membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda untuk memproduksi energi dan membentuk antioksidan. Oleh karenanya, sangat penting untuk mendapatkan asupan zat besi memadai dari pola makan Anda. Namun, salah satu jenis besi yang disebut non-heme, tidak diserap dengan baik selama pencernaan. Untuk memaksimalkan penyerapannya, para ahli menyarankan agar mengonsumsi sumber zat besi non-heme disertai sumber vitamin C.

Zat besi tersedia dalam dua bentuk yang berbeda, yaitu heme dan non-heme. Zat besi heme berasal dari makanan hewani, termasuk produk susu, daging, unggas dan ikan. Zat besi non-heme adalah zat besi yang diperoleh dari makanan nabati. Hati ayam, tiram, daging ayam dan kalkun, hati sapi dan daging sapi merupakan sumber zat besi heme. Sedangkan, sumber zat besi non-heme dapat diperoleh dari sereal yang difortifikasi, kacang-kacangan, bayam dan lentil.

Jumlah zat besi yang diserap selama pencernaan juga dipengaruhi oleh makanan lain yang dikonsumsi pada saat yang sama. Penyerapan zat besi heme tidak dipengaruhi oleh makanan lain, sementara besi non-heme sangat dipengaruhi oleh makanan yang dapat meningkatkan atau menghambat penyerapannya. Menurut Office of Dietary Supplements, Amerika Serikat, hanya sekitar 15 sampai 35 persen zat besi heme yang dapat diserap ke dalam sistem tubuh, sedangkan zat besi non-heme hanya dua sampai 20 persen.

Dalam sinerginya dengan zat besi, vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Namun, sumber vitamin C harus dikonsumsi pada saat yang sama dengan sumber zat besi non-heme. Ketika keduanya dicerna bersama-sama, vitamin C menyatu dengan zat besi non-heme untuk membentuk senyawa yang lebih mudah diserap tubuh. Jika asupan zat besi berasal dari makanan nabati, maka Anda harus memasukkan setidaknya 25 miligram vitamin C dalam makanan yang sama. Untuk mendukung penyerapan zat besi ini, vitamin C dapat diperoleh dari satu porsi kembang kol, kubis, brokoli, paprika manis, tomat serta buah atau jus jeruk.

Di sisi lain, beberapa jenis makanan memiliki efek sebaliknya dari vitamin C dan menghambat penyerapan zat besi non-heme. Kacang-kacangan, biji-bijian dan beras mengandung zat yang disebut asam fitat, yang mengikat zat besi besi non-heme sehingga menghambat penyerapan zat besi non-heme. Menurut Linus Pauling Institute, sejumlah kecil asam fitat dapat menurunkan penyerapan zat besi non-heme hingga 50 persen,. Fitokimia pada beberapa buah-buahan, sayuran, kopi, teh dan anggur juga dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme.

Kecukupan gizi yang dianjurkan untuk zat besi adalah 8 miligram setiap hari untuk pria dewasa dan wanita pascamenopause. Wanita premenopause harus mendapatkan 18 miligram zat besi setiap hari dan jumlahnya meningkat menjadi 27 miligram ketika sedang hamil. Jika Anda mempunyai keprihatinan apa pun tentang asupan zat besi Anda, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum mengambil suplemen zat besi. Pasalnya, zat besi bisa menjadi racun dalam tubuh bila asupannya berlebihan.

Sumber gambar : www.masakanpraktisrumahan.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY