Vitamin D Untuk Kesehatan Mental

SehatFresh.com – Vitamin D memainkan peran penting dalam kesehatan dan merupakan satu-satunya vitamin yang dapat dibuat oleh tubuh manusia dari sinar matahari. Penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara status vitamin D dan fungsi kognitif dasar, suasana hati dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Ketika vitamin D dibuat oleh tubuh saat kulit terkena sinar ultraviolet, senyawa seperti kolesterol diubah menjadi prekursor vitamin D dan kemudian ke vitamin D3 (cholecalciferol). Vitamin D3 diaktifkan oleh enzim dari hati dan ginjal. Ketika diaktifkan, vitamin D berfungsi sebagai hormon. Menghangatkan diri hanya 15 menit di bawah sinar matahari pagi tanpa tabir surya, tiga kali per minggu, cukup untuk membuat vitamin D yang dapat disimpan selama beberapa bulan dalam tubuh.

Depresi

Dalam hal kesehatan mental dan kesadaran, Vitamin D mengaktifkan reseptor pada neuron di bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur perilaku. Selama bertahun-tahun, paparan sinar matahari telah dikaitkan dengan suasana hati yang lebih positif, terutama pada mereka dengan depresi ringan hingga sedang.

Sebuah studi Eropa telah meneliti hubungan antara kadar serum 25-hyd roxy vitamin D (kadar vitamin D) dan depresi pada 400 subyek kelebihan berat badan dan efek suplementasi vitamin D pada gejala depresi. Mereka dibagi dan diberikan suplemen vitamin D mingguan (atau plasebo) selama 1 tahun. Subyek dengan kadar serum vitamin D rendah memperlihatkan lebih banyak ciri depresi pada skala Beck Depression Inventory (BDI) dibandingkan dengan tingkat vitamin D serum yang lebih tinggi. Kelompok yang diberi suplemen vitamin D menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam skor BDI dalam 1 tahun. Penelitian lain menunjukkan hasil yang sama tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menarik kesimpulan.

Kemampuan kognitif

Vitamin D telah dikaitkan dengan semakin kesadaran dan penyakit mental, terutama pada populasi lanjut usia. Beberapa studi telah melihat ke dalam hubungan antara kadar vitamin D dan fungsi kognitif dasar, salah satunya studi yang diterbitkan dalam American Journal of Geriatric Psychiatry. Dalam studi tersebut, dilibatkan 80 peserta (40 peserta dengan penyakit Alzheimer). Ini tujuannya untuk menguji hubungan antara status vitamin D, kinerja kognitif, suasana hati, dan kinerja fisik.

Hasilnya, 58 persen dari peserta memiliki tingkat rendah vitamin D dalam aliran darah. Kekurangan vitamin D dikaitkan dengan kehadiran gangguan mood aktif. Kelompok yang kekurangan vitamin D memperlihatkan hasil yang lebih buruk pada dua tes kognitif standar. Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini, pada orang dewasa yang lebih tua, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan suasana hati yang rendah dan penurunan pada dua dari empat tes kinerja kognitif standar.

Dosis harian vitamin D yang direkomendasikan kerapkali masih diperdebatkan di kalangan para dokter dan peneliti. Meski tubuh dapat membuat vitamin D melalui paparan sinar matahari, penggunaan tabir surya dan membatasi paparan sinar matahari telah menciptakan kebutuhan untuk suplementasi vitamin D.

Pada tahun 2010, Food and Nutrition Board, Amerika Serikat, menetapkan asupan vitamin D yang direkomendasikan menjadi 600 IU bagi mereka yang berusia 1-70 tahun termasuk ibu hamil atau menyusui, dan 800 IU untuk orang-orang lebih dari 71 tahun. Kadar vitamin D dalam darah yang memadai adalah 20 nanogram per mililiter, yang dapat dicapai melalui paparan sinar matahari pada kulit sehari-hari.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY