Vitamin H Dan Manfaatnya

SehatFresh.com – Vitamin H atau yang lebih dikenal dengan biotin adalah salah satu vitamin B kompleks yang membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Vitamin B terutama biotin, membantu menjaga kesehatan kulit, rambut, mata, hati, dan sistem saraf. Kebanyakan orang mendapatkan cukup biotin dari diet yang sehat, tapi ada banyak klaim bahwa meningkatkan asupan biotin dapat mengatur gula darah, mempromosikan kesehatan rambut, kulit dan kuku, serta membantu ibu hamil memiliki bayi sehat.

Menurut Mayo Clinic, antara 30 mcg dan 100 mcg adalah jumlah asupan biotin harian yang direkomendasikan untuk remaja dan orang dewasa. Kekurangan biotin jarang terjadi. Tetapi, orang-orang dengan kekurangan biotin sering menunjukkan gejala kerontokan rambut atau ruam kulit bersisik. Jika ini terjadi, suplemen mungkin direkomendasikan meningkatkan asupan biotin.

Sebuah studi 2009 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition melaporkan bahwa banyak wanita hamil yang kekurangan biotin. Tikus hamil dengan biotin rendah ditemukan lebih cenderung memiliki bayi dengan cacat lahir parah. Untuk membantu meningkatkan kesehatan bayi, dokter sering merekomendasikan suplemen biotin bersama dengan asam folat selama kehamilan.

Para peneliti dari studi yang diterbitkan dalam “Journal of Food Composition and Analysis” pada tahun 2004 menggunakan metode ilmiah untuk menentukan kandungan biotin dalam 87 makanan. Kondisi pertumbuhan, masalah analitis, pengolahan dan beberapa faktor lainnya memengaruhi kandungan biotin dalam makanan. Mereka menyimpulkan bahwa daging, telur, susu, ikan dan beberapa sayuran mengandung biotin yang cukup tinggi. Sumber hewani dari biotin meliputi hati, ayam, kerang, telur, ikan makarel, salmon dan tuna. Sumber nabati termasuk biji-bijian, oatmeal, almond, kacang hijau, lentil, jamur, kacang tanah, walnut dan kedelai.

Biotin adalah jenis vitamin larut air, yang berarti tubuh tidak menyimpannya meskipun diperlukan untuk metabolisme makanan menjadi energi. Bakteri dalam usus dapat membuat beberapa biotin, tetapi belum diketahui secara pasti berapa jumlah biotin ini yang benar-benar diserap tubuh. Penggunaan antibiotik jangka panjang atau sering makan putih telur dapat menyebabkan tubuh kekurangan biotin. Antibiotik dapat membunuh terlalu banyak bakteri usus yang dibutuhkan untuk menghasilkan biotin, dan putih telur memiliki zat kimia yang mengikat biotin, sehingga dapat menurunkan penyerapan biotin.

Suplemen biotin dapat membantu wanita hamil dan beberapa orang dengan diabetes. Namun, masih belum cukup data yang tersedia untuk mendukung suplementasi atau klaim tentang kesehatan rambut, kulit, dan kuku dari suplementasi biotin. Untuk itu, mendapatkan biotin dari makan seimbang akan lebih baik ketimbang suplementasi. Diet sehat dengan makanan alami atau makanan dengan proses minimal akan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Sumber gambar : www.youtube.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY