Vitamin Untuk Fleksibilitas

SehatFresh.com – Fleksibilitas adalah kemampuan otot dan sendi untuk bergerak dalam berbagai gerakan. Melatih fleksibilitas tubuh dengan berolahraga sangat penting bagi kebugaran tubuh karena penting untuk mencegah cedera dan merenggangkan persendian yang kaku. Ruang gerak sendi dipengaruhi oleh otot-otot, tendon, dan ligamen. Zat dalam otot dan jaringan tubuh lainnya berkontribusi fleksibilitas. Sejumlah vitamin dapat membantu meningkatkan fleksibilitas serta menghasilkan protein, mineral dan zat lain yang mendukung berbagai gerakan di otot dan sendi.

  • Vitamin D

Vitamin D dapat membantu meningkatkan fleksibilitas karena membantu tubuh menyerap kalsium, dan tulang membutuhkan kalsium untuk tumbuh. Vitamin D juga mendukung fleksibilitas dan rentang gerak, karena itu merupakan nutrisi penting untuk sistem otot, saraf dan kekebalan tubuh Anda. Tubuh membentuk vitamin D secara alami dari paparan sinar matahari. Makanan sumber vitamin D termasuk kuning telur, makanan laut dan hati. Produk susu dan sereal yang difortifikasi juga banyak yang mengandung vitamin D.

  • Vitamin E

Tidak hanya penting sistem kekebalan tubuh, tetapi vitamin E juga memperlebar pembuluh darah untuk mencegah pembekuan darah. Pelebaran pembuluh darah meningkatkan fleksibilitas karena dapat meningkatkan sirkulasi melalui otot dalam tubuh. Sirkulasi yang buruk membatasi rentang gerak dan dengan demikian meningkatkan sirkulasi pada otot yang tegang dapat membantu otot menahan cairan dan nutrisi untuk memulihkan fleksibilitasnya secara efektif.

Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kerusakan saraf dan otot dan mengakibatkan mati rasa di lengan dan kaki. Kekurangan parah dapat menyebabkan kehilangan kontrol gerakan tubuh, kelemahan otot dan masalah penglihatan. Wheat germ, biji bunga matahari dan minyak safflower adalah beberapa sumber terbaik dari vitamin E.

  • Vitamin C

Vitamin C mendukung pembentukan kolagen dalam tubuh. Kolagen mendukung fleksibilitas dalam jaringan keras dan lunak di seluruh tubuh. Pembuluh darah, tendon, ligamen dan tulang bergantung pada kolagen untuk mempertahankan fleksibilitasnya sehingga dapat melindungi Anda dari cedera dan memperbaiki kerusakan.

Kekurangan vitamin C dapat mengganggu fleksibilitas. Bila parah, kekurangan dapat menyebabkan perdarahan, memar, nyeri dan bengkak pada sendi. Vitamin C juga berperan dalam produksi karnitin dalam tubuh. Tubuh membutuhkan nutrisi ini untuk memperoleh energi dari lemak, dan kekurangan karnitin secara tidak langsung dapat mengganggu fleksibilitas akibat kekurangan energi.

  • Vitamin K

Fungsi utama vitamin K adalah proses koagulasi atau pembekuan darah. Protein yang terlibat dalam koagulasi bergantung pada vitamin ini agar dapat berfungsi dengan baik. Pembekuan darah yang sehat mendukung fleksibilitas dengan berkontribusi terhadap sirkulasi darah yang sehat. Tubuh juga bergantung pada vitamin K untuk mengatur kadar kolagen dalam tulang. Kalsium mendukung fleksibilitas, karena tulang memproduksinya selama tahun pertumbuhan dan dalam menanggapi stres akibat aktivitas fisik. Kadar vitamin K yang lebih tinggi menunjukkan kepadatan tulang yang tinggi, sementara kadar yang lebih rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

Sumber gambar : id.wikihow.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY