Wajarkah Ibu Hamil Selalu Lapar?

SehatFresh.com – Beberapa wanita hamil seringkali mengeluhkan tidak enak makan pada saat hamil. Namun, beberapa lainnya justru sering merasa lapar saat mereka hamil. “Ibu hamil itu makan untuk dua orang, sehingga makannya double”, asumsi tersebut mungkin sudah sering kita dengar. Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa ibu hamil tidak harus menambah porsi makannya hingga dua kali lipat.

Selama trimester pertama kehamilan, ibu hamil tidak memerlukan kalori tambahan. Pada trimester kedua dan ketiga, ibu hamil perlu peningkatan kalori sekitar 15 persen untuk memasok kebutuhan gizi bagi kehamilan. Jika ibu biasanya mengonsumsi 2.000 kalori, maka ibu membutuhkan tambahan 300 kalori pada trimester kedua dan ketiga.

Wanita hamil di trimester kedua dan ketiga kehamilan membutuhkan kalori ekstra setiap hari untuk mendorong pertumbuhan bayi. Ironisnya, banyak wanita yang mengonsumsi kalori berlebih dari jumlah yang dibutuhkan. Makan berlebihan menyebabkan kenaikan berat badan yang bisa sulit diturunkan setelah melahirkan.

Sama halnya dengan banyak gejala kehamilan, perubahan hormon juga bertanggung jawab untuk peningkatan rasa lapar di masa kehamilan. Peningkatan kadar progesteron selama kehamilan dapat memengaruhi dua hormon yang terkait rasa lapar, yaitu leptin dan ghrelin. Leptin yang diproduksi oleh sel-sel lemak, membantu menekan rasa lapar. Sementara, ghrelin yang diproduksi oleh lambung, merangsang rasa lapar. Menurut “Nutrition in the Childbearing Years”, kadar ghrelin meningkat selama pertengahan pertama kehamilan dan menurun pada pertengahan trimester kedua.

Beberapa wanita menganggap kehamilan sebagai alasan untuk memanjakan diri sehingga mereka bisa mengonsumsi makanan yang mereka suka sepuasnya. Justru, hal ini bisa merepotkan nantinya. Selain membuat ibu susah langsing kembali setelah melahirkan karena peningkatan berat badan yang ekstrim, makan berlebihan dapat menyebabkan masalah pencernaan, meningkatkan risiko diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi serta memperburuk ketidaknyamanan kehamilan seperti sakit punggung, kelelahan, varises dan kram kaki. Gestational diabetes dapat meningkatkan risiko persalinan caesar karena bayi kelebihan berat badan sehingga sulit untuk melewati jalan lahir normal.

Ketika ibu hamil merasa lapar terus, ini bisa disiasati dengan makanan rendah kalori yang kaya nutrisi seperti daging tanpa lemak, biji-bijian, kacang-kacangan, telur dan produk susu. Buah-buahan, sayuran dan biji-bijian mengandung serat, yang akan membantu merasa kenyang lebih lama serta memasok vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menunjang kehamilan yang sehat. Makanan tinggi gula dan makanan olahan hanya akan membuat ibu lapar lebih cepat, tanpa mendapat nutrisi yang memadai.

Pastikan stok makanan adalah makanan bernutrisi. Jadi, ketika lapar atau terbangun di malam hari karena lapar, makanan yang dikonsumsi adalah makanan sehat. Pada saat bepergian, hindari membawa bekal makanan ringan yang tinggi garam dan gula. Beralihlah ke pilihan yang lebih sehat seperti kacang-kacangan atau buah-buahan. Selain itu, sebaiknya ibu makan lebih sering dalam porsi kecil ketimbang makan sekali dengan porsi besar.

Sumber gambar : bidantips.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY