Waktu Tepat bagi Pengantin Baru untuk Melakukan Malam Pertama

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apa biasanya yang paling dinantikan oleh pasangan yang baru menikah? Bisa jadi jawabannya adalah malam pertama. Tapi, haruskah kegiatan tersebut langsung dilakukan sesaat setelah resepsi pernikahan?

Jawabannya adalah tidak harus. Banyak pasangan pengantin yang baru menikah melewati malam pertama langsung berhubungan intim. Ada beragam alasan untuk menunda malam pertama. Kondisi fisik yang terlalu lelah setelah rangkaian acara pernikahan adalah salah satunya. Selain itu, faktor kesiapan mental juga kerap jadi alasan pasangan pengantin baru menunda momen intim mereka.

Melewati malam pertama langsung berhubungan intim memang indah. Namun, dengan tidur berpelukan pada malam pertama sebagai suami-istri bukanlah hal yang buruk. Lagipula, tiap malam akan terasa indah setelah melepas masa single, bukan?

Tak perlu pula percaya dengan mitos yang menyebutkan bahwa melewati malam pertama langsung berhubungan intim adalah yang paling memuaskan. Kualitas hubungan intim bakal bertambah bersamaan dengan usia pernikahan Anda.

Pakar seksologi kedokteran dari Siloam Hospital dr. Heru H. Oentoeng mengatakan, tidak ada patokan waktu khusus kapan pasangan suami-istri yang baru menikah dapat melakukan malam pertama. Yang harus diingat adalah apakah pada waktu tersebut mereka sudah siap secara fisik maupun mental?

“Ya kapan saja boleh kalau malam pertama. Mau langsung habis pesta, mau besoknya, atau bulan depannya. Asalkan kedua-duanya setuju dan siap mental maupun fisik, silakan saja,” jelasnya.

Ia meneruskan, tentunya sebelum melakukan malam pertama, kedua pasangan harus mengetahui kondisi masing-masing. Apakah sang suami atau istri merasa lelah, letih, atau bahkan mengantuk setelah melakukan pesta pernikahan?

Selain kondisi fisik, dr. Heru juga mengingatkan bahwa untuk bercinta, khususnya di malam pertama, kondisi psikologis juga penting. Pasangan suami-istri harus mampu melihat kondisi psikologis pasangannya. Bisa saja karena ia terlalu lelah, mood menjadi menurun dan mudah tersulut emosinya.

Memaksakan diri untuk melewati malam pertama langsung berhubungan intim di waktu keadaan badan lelah, justru bisa menjadi pengalaman yang tidak mengasyikkan. Jika salah satu pasangan merasa terpaksa untuk melakukannya sebelum siap, hal ini akan mempengaruhi kondisi psikologis. Bukan tak mungkin, hal ini akan merembet pada keharmonisan rumah tangga.

Oleh sebab itu, dr. Heru menganjurkan untuk mendiskusikan hal ini kepada pasangan terlebih dahulu sebelum melakukan pesta pernikahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekecewaan salah satu pasangan, baik istri ataupun suami, yang sudah mempunyai keinginan untuk bercinta, namun ditolak dengan alasan lelah.

Jadi, janganlah terlampau memaksakan diri untuk melewati malam pertama langsung berhubungan intim. Bila Anda terasa mau mengerjakannya, kerjakanlah. Namun bila Anda atau pasangan lelah, tidak apa-apa bila mengerjakannya di lain waktu. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here