Waktu yang Baik untuk Minum Vitamin Setelah Sahur atau Berbuka?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian orang terbiasa mengonsumsi vitamin untuk berbagai alasan kesehatan. Kebiasaan ini tidak perlu dihentikan tatkala ia menjalankan ibadah puasa. Namun, kapan sebaiknya mengonsumsi vitamin, setelah sahur atau berbuka?

Pada dasarnya, ada dua jenis vitamin umum yakni yang larut dalam lemak dan larut dalam air. Nah, untuk vitamin atau suplemen kesehatan yang berjenis larut dalam lemak, sebaiknya dikonsumsi setelah Anda berbuka puasa. Waktu berbuka puasa atau makan malam merupakan waktu optimal untuk mengonsumsi vitamin larut lemak.

Vitamin yang larut dalam lemak akan dilarutkan dalam tubuh kita dengan menggunakan lemak dari makanan dalam tubuh. Kemudian, kandungan vitamin tersebut dibawa ke aliran darah untuk memaksimalkan fungsinya masing-masing. Contoh vitamin larut dalam lemak dan bisa dikonsumsi malam hari antara lain termasuk vitamin A, K, E dan D.

Ketika tubuh kita mendapatkan vitamin yang larut dalam lemak, vitamin tersebut akan disimpan pada organ hati. Maka, vitamin tersebut paling baik dikonsumsi dengan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh atau mengandung minyak untuk membantu penyerapan fungsi secara maksimal.

Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air lebih baik dikonsumsi saat waktu sahur. Minimal, Anda bisa mengonsumsinya 30 menit sebelum makan atau satu jam sesudah makan sahur. Ini disebabkan waktu penyerapan terbaik vitamin yang larut dalam air ketika kondisi perut masih kosong.

Vitamin yang larut dalam air biasanya mudah dicerna tubuh bersama minuman dan makanan sehari-hari. Contohnya antara lain vitamin C, B dan folat (asam folat) yang larut dalam air. Tubuh Anda membutuhkan jumlah vitamin yang dibutuhkan untuk menghilangkan sisa-sisa urine yang masih mengendap di dalam tubuh. Karena tubuh Anda tidak menyimpan vitamin dalam jangka waktu lama maka vitamin ini juga akan keluar bersama urine dalam beberapa waktu.

Mengonsumsi jenis-jenis vitamin di atas saat sahur juga bertujuan melancarkan aktivitas Anda di bulan puasa. Misalnya, Anda bisa mengonsumsi vitamin B sebelum makan sahur. Vitamin B adalah jenis vitamin meningkatkan energi dan berfungsi menurunkan tingkat stres. Beberapa vitamin B yang paling banyak dikonsumsi adalah B-2, B-6 dan B-12. Sudah terbukti juga secara klinis kalau vitamin B dapat mengurangi jumlah stres serta memperbaiki mood Anda sehari-hari.

Meski relatif tak berbahaya, Sunarti Sandi selaku Komite Profesi Kesehatan RS Islam Jakarta Cempaka Putih menyarankan agar penggunaan suplemen makanan boleh diberikan dengan satu kondisi. Artinya praktisi kesehatan harus melihat kontra indikasi terhadap penggunaan suplemen makanan bagi asupan pasiennya.

“Setiap penggunaan food supplement harus disesuaikan dengan indikasi dan dosis yang tertera dalam kemasan. Sebaiknya hal tersebut dikonsultasikan kepada dokter, bila Anda diberikan terapi pengobatan, selagi Anda mengonsumsi food supplement,” ujarnya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here