Waktu yang Tepat Bagi Ibu Hamil Naik Pesawat saat Mudik

SehatFresh.com – Puasa Ramadhan sudah berlalu beberapa pekan, tak terasa sudah musim mudik lebaran. Ribuan orang berbondong-bondong untuk kembali ke kampung halaman baik itu menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara. Akan tetapi, karena alasan kecepatan dan bebas macet, kini banyak orang yang lebih memilih mudik lewat jalur udara dengan pesawat. Lantas, bagaimana bila mudik dengan pesawat saat hamil?

Pada dasarnya, bepergian dengan pesawat saat hamil tergolong aman selama kehamilan dalam kondisi sehat. Namun, tetap ada aturan khusus yang perlu diperhatikan. Pasalnya, ibu hamil tidak diperbolehkan bepergian dengan pesawat jika:

  • Leher rahim lemah (inkompetensi serviks)
  • Ada kelainan plasenta
  • Memiliki riwayat pendarahan
  • Memiliki riwayat hipertensi
  • Memiliki riwayat keguguran
  • Memiliki riwayat kelahiran prematur
  • Hamil di atas usia 35 tahun
  • Memiliki kelainan jantung

Ketika berencana mudik dengan pesawat, sebaiknya ibu hamil berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, walaupun kehamilan dirasa baik-baik saja. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan. Jangankan pada ibu hamil, penumpang pesawat biasa pun seringkali mengalami gangguan ringan selama atau setelah penerbangan. Dalam kasus ibu hamil, bepergian dengan pesawat dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, penurunan kadar oksigen dalam darah dan bahkan keguguran.

Kapan ibu hamil boleh naik pesawat?

Keamanan bepergian naik pesawat saat hamil sangat dipengaruhi oleh usia kehamilan. Ibu hamil umumnya diperbolehkan naik pesawat ketika usia kehamilannya telah memasuki trimester kedua, yaitu sekitar minggu ke-14 hingga minggu ke-28. Mengapa? Di trimester pertama kehamilan, janin dalam kandungan sedang berada dalam fase pertumbuhan yang kritis sehingga rentan mengalami keguguran. Selain itu, ibu hamil juga kerap mengalami kelelahan, mual, dan muntah akibat morning sickness. Sedangkan di trimester kedua, ibu hamil umumnya sudah tidak mengalami morning sickness serta risiko keguguran pun umumnya rendah.

Ketika berencana mudik dengan pesawat, ibu hamil disarankan untuk memeriksa kebijakan maskapai penerbangan tentang ibu hamil naik pesawat. Ketentuan tiap maskapai penerbangan tidak selalu sama. Bila usia kehamilan di atas 28 minggu, pihak maskapai penerbangan umumnya akan meminta ibu hamil untuk menandatangani Surat Pembebasan Tanggung Jawab dan surat keterangan medis dari dokter kandungan yang menyatakan bahwa kehamilan dalam keadaan sehat, tidak terdapat kelainan, jenis kehamilan (tunggal atau kembar), dan perkiraan tanggal kelahiran.

Saat usia kehamilan di atas 36 minggu (kehamilan tunggal) atau 32 minggu (kehamilan kembar), ibu hamil tidak lagi dizinkan untuk bepergian menggunakan pesawat. Batas usia kehamilan tersebut mengacu pada tanggal penerbangan saat pulang. Maksud dari aturan ini adalah untuk mencegah terjadinya persalinan di pesawat.

Bila izin terbang dari dokter kandungan sudah di tangan, ada beberapa tips yang dapat membantu ibu hamil lebih nyaman selama penerbangan, yaitu:

  • Pilih tempat duduk yang bisa memberikan banyak ruang gerak untuk stretching dan memudahkan akses ke toilet, seperti tempat duduk dekat lorong.
  • Konsumsi banyak cairan agar tidak dehidrasi dikarenakan kelembaban udara yang rendah di dalam pesawat menyebabkan peningkatan pengeluaran cairan melalui kulit.
  • Kenakan dan kencangkan sabuk pengaman di bawah perut dengan tetap dijaga agar posisinya tetap rendah sejajar panggul.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan sepatu yang nyaman.
  • Kenakan kaus kaki atau stocking hingga lutut guna meminimalisir risiko pembekuan darah.
  • Hindari minuman yang berpotensi memicu dehidrasi seperti kopi dan teh.

Bawa catatan kesehatan dari dokter kandungan sepanjang perjalanan sebagai referensi bagi dokter lain jika tiba-tiba terjadi sesuatu yang diinginkan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY