Waktu yang Tepat Berolah Raga di Bulan Ramadhan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Puasa bukan pantangan untuk tetap berolahraga. Namun, tentu ada perbedaan dalam beberapa hal mengingat kondisi tubuh selama berpuasa tak sama dengan di saat tidak puasa. Memilih waktu ideal berolahraga saat berpuasa juga penting untuk diperhatikan.

National Fitness Training Manager Fitness First Indonesia dr. Alia Basalamah mengatakan, “Ada empat pembagian waktu selama bulan Ramadan di Indonesia, yaitu 13 jam antara sahur dan buka puasa, tiga jam antara buka puasa dan makan malam, tiga jam antara makan malam dan tidur, serta lima jam untuk tidur,” ujarnya.

Itu sebabnya, lebih lanjut ditambahkan oleh dr. Alia, perubahan waktu menuntut orang untuk dapat beradaptasi dan memiliki manajemen waktu yang lebih baik agar pola makan, waktu istirahat, dan olahraga tetap seimbang. Ia juga meneruskan, ada waktu terbaik berolahraga saat bulan puasa.

“Waktu terbaik untuk berolahraga adalah 30–60 menit sebelum buka puasa dan 60 menit setelah buka puasa,” kata Alia. Anda bisa memilih di antara waktu tersebut untuk berolahraga. Bila tak sempat sebelum buka puasa, maka bisa memilih setelah buka puasa. Olahraga di waktu terbaik itu untuk membantu rehidrasi.

Alia menambahkan, latihan sebelum dan setelah berbuka memiliki perbedaan. Bila sebelum, intensitas olahraga harus lebih rendah daripada setelah berbuka. “Karena setelah berbuka badan itu akan in take lagi. Dapat rehidrasi yang baik, asupan yang baik,” kata Alia.

Apapun pilihan olahraga Anda, hendaknya bukan jenis yang berat (high impact). Lakukan olahraga dengan kategori sedang atau low impact. Terlebih, bukan pula jenis yang kompetitif agar tak sampai terkuras seluruh tenaga atau cairan tubuh yang tersisa.

Terjadinya kehilangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan bahaya yang tak boleh terjadi. Kalau itu terjadi juga, alih-alih menyumbangkan kondisi bugar, kondisi kesehatan Anda bisa memburuk. Belum lagi kalau kadar gula darah ikut anjlok terpakai oleh energi olahraga yang berlebihan.

Kalau pilihannya low impact, Anda bisa memilih jalan cepat (brisk walking) atau bersepeda santai. Bukan berkeringat benar yang menjadi tujuan, melainkan apakah degup jantung sudah memasuki zona aerobik. Di samping itu, supaya penguapan dan peluh tidak berlebihan, kegiatan jasmani apapun selama berpuasa sebaiknya dilakukan di tempat yang sejuk.

Perlu diperhatikan pula, bila selama berolahraga Anda sudah merasakan pandangan gelap berkunang-kunang, kemungkinan gula darah turun. Anda juga bisa mengalami urine terakhir berwarna kuning pekat, bibir dan lidah kering, kelopak mata cekung, atau sudah lama tidak berkemih. Ini merupakan kemungkinan tanda awal dehidrasi. Jadi, disarankan agar Anda untuk tidak melanjutkan latihan fisik. SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY