Waktu yang Tepat Melakukan Olahraga di Bulan Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Puasa bukan menjadi alasan bagi seseorang untuk tidak melakukan olahraga. Namun perlu dibedakan dalam berbagai aktivitasnya, mengingat stamina tubuh yang harus dijaga ketika menjalani puasa. Lantas kapan waktu yang tepat untuk melakukan olahraga di bulan Ramadhan?

Olahraga yang paling tepat adalah satu jam sebelum berbuka puasa

Banyak pihak yang menyarankan jika waktu yang paling tepat untuk berolahraga atau menggerakan fisik adalah satu jam menjelang berbuka puasa. Alasannya setelah selesai berolahraga, maka tubuh bisa langsung mendapatkan asupan makanan dan minuman.

Kemungkinan tubuh kehabisan energi juga bisa segera teratasi ketika berbuka puasa. Dengan demikian risiko mengalami dehidrasi atau pingsan akibat anjloknya gula darah, bisa diminimalisir. Selain itu olahraga menjelang berbuka juga bisa menjadi stategi seseorang dalam mengisi waktu.

Namun perlu diperhatikan jika selama berolahraga, terdapat perubahan fisik yang dialami. Misalnya saja merasakan pengelihatan gelap, pengelihatan berkunang-kunang, kepala pusing, atau bahkan badan gemetar. Berhentilah berolahraga apabila seseorang mengalami kondisi tersebut.

Lantas olahraga apa yang cocok selama berpuasa?

Olahraga dalam pengertian luas adalah bergeraknya anggota tubuh. Bentuk latihan fisik yang menjadi fokus dalam olahraga adalah segala kegiatan yang memberikan dampak positif bagi jantung. Apa pun jenis olahraga tersebut, selama detak jantung meraih zona baik maka olahraga itu bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Namun disarankan untuk memilih olahraga atau gerakan fisik dalam kategori sedang atau justru rendah. Hindari olahraga yang memerlukan kerja fisik berat, kecuali bagi atlit atau olahragawan. Jaga kondisi tubuh agar tidak sampai terkuras seluruh stamina yang tersisa dan juga tidak mengalami dehidrasi.

Olahraga ringan yang cocok untuk menjaga jantung selama berpuasa adalah jalan santai, bersepeda, joging, renang, bulu tangis dengan tempo lambat, senam, hingga catur. Intinya pilihlah olahraga yang tidak terlalu membutuhkan gerakan fisik besar.

Olahraga jangan sampai menguras stamina atau menimbulkan dehidrasi

Melakukan olahraga ketika berpuasa harus memperhatikan stamina tubuh dan asupan cairan. Kehilangan cairan tubuh yang teramat banyak, merupakan bahaya yang tidak boleh terjadi selama melakukan olahraga ketika berpuasa.

Apabila kondisi tersebut terjadi juga, maka olahraga yang tujuannya menyegarkan tubuh justru berbanding terbalik. Seseorang bisa saja mengalami cedera tubuh karena penurunan fisik, apalagi energi juga sudah terkuras selama menjalani puasa.

Selain memilih olahraga yang sesuai, cuaca juga harus mendukung selama melakukan olahraga. Agar penguapan atau keringat tidak berlebihan, alangkah baiknya olahraga selama berpuasa dilakukan pada tempat-tempat yang sejuk.

Olahraga ketika berpuasa tujuan utamanya bukankah mencari keringat, namun menjaga detak jantung agar tetap sehat. Terlalu berkeringat justru dapat mengancam terjadinya dehidrasi ketika berolahraga. Hal tersebut cukup beralasan karena ketika dalam kondisi berpuasa, keseimbangan cairan tubuh seseorang mudah goyah. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here