Waktu yang Tepat untuk Operasi Saat Bayi Terlilit Tali Pusat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anda pasti pernah mendengar bahwa tali pusat yang melilit janin bisa memicu kematian. Namun ternyata banyak dokter yang mengatakan bahwa lilitan tali pusat tidaklah terlalu membahayakan. Lilitan tali pusat menjadi bahaya ketika memasuki  proses persalinan kemudian terjadi kontraksi rahim (mulas) dan kepala janin mulai turun memasuki saluran persalinan.

Mengapa Bayi Terlilit Tali Pusat?

Pada usia kehamilan sebelum delapan bulan umumnya kepala janin belum memasuki bagian atas panggul. Pada saat itu ukuran bayi relatif masih kecil namun jumlah air ketuban banyak sehingga memungkinkan bayi terlilit tali pusat. Pada kehamilan kembar dan air ketuban berlebihan atau polihidramnion kemungkinan bayi terlilit tali pusat meningkat.

Panjang tali pusat bayi rata-rata 50 sampai 60 cm. Namun, tiap bayi mempunyai panjang tali pusat berbeda-beda. Dikatakan panjang jika melebihi 100 cm dan dikatakan pendek jika kurang dari 30 cm.

Beberapa hal yang harus di ketahui oleh Anda bahwa tali pusat ditutupi dengan lapisan pelindung tebal yang dikenal sebagai wharton jelly. Wharton jelly, ini adalah zat yang mirip gelatin. Zat ini merupakan bentuk awal saat kehamilan dan menjaga pembuluh darah pada bagian tali pusat tetap terlindungi. wharton jelly adalah sumber yang kaya sel induk dan sebagian besar terdiri dari mucopolysaccharides (Asam hyaluronic dan kondroitin sulfat). ini juga berisi beberapa fibroblas dan makrofag. Dengan adanya wharton jelly ini, maka dia melindungi arteri dan vena dalam tali pusat. Walaupun dia melilit di leher bayi, tapi tetap lentur dan arteri juga vena tetap tidak tertekan. Jadi biasanya tidak menimbulkan masalah bagi bayi.

Pada saat kelahiran, setelah kepala bayi keluar, bidan atau dokter akan memeriksa sekitar leher bayi untukmengetahui apakah ada lilitan tali pusat atau tidak. Biasanya tali pusat tersebut  cukup longgar di leher bayi, namun jika terlalu ketat biasanya ketika kita menunggu beberapa saat maka perlahan tapi pasti lilitan tersebut tetap bisa dilonggarkan. Biasanya pada kasus demikian, ibu dilarang mengejan dulu tetapi cukup melakukan pernafasan secara teratur sehingga menghindari mengejan. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan agar tali pusat melonggar.

Kapan operasi harus dilakukan?

Operasi dilakukan ketika tali pusat sudah membahayakan janin. Namun terkadang tali pusat melilit terlalu ketat sehingga tali pusat terpaksa harus di potong sebelum bayi lahir seluruhnya. Ini dilakukan oleh bidan atau dokter dengan menempatkan dua klem pada tali pusat dan memotong nya. Hal ini di lakukan terutama jika bidan atau dokter melihat bayi tidak lagi mendapatkan nutrisi dari ibu melalui plasenta dan harus segera di lahirkan dengan cepat karena kekurangan oksigen. Namun Kadang-kadang bayi akan lahir begitu cepat sehingga tidak satu pun dari metode ini dapat digunakan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY