Warna Darah Menstruasi

SehatFresh.com – Menstruasi adalah bagian normal dari kehidupan perempuan. Periode menstruasi biasanya terjadi ketika seorang wanita tidak hamil. Rahim dilapisi dengan jaringan endometrium yang menebal di bawah pengaruh hormon, untuk mempersiapkan kehamilan. Lapisan ini mengandung banyak darah, dan akan diluruhkan secara berkala (kira-kira setiap 28 hari) bila tidak terjadi kehamilan. Bila dipehatikan, warna dan konsistensi selama periode bulanan mungkin bervariasi dan itu normal. Tapi, terkadang perubahan warna, ketebalan, atau pembekuan pada darah mungkin menunjukkan adanya suatu masalah meskipun ini memang jarang terjadi.

Warna

  • Merah terang: Darah menstruasi yang merah terang menandakan bahwa darah baru saja dikeluarkan dari tubuh. Darah dengan warna ini biasanya ringan dan muncul di awal periode.
  • Merah gelap: Darah merah gelap menunjukkan darah yang lebih “tua” yang sudah lebih lama tersimpan di dalam rahim namun baru dikeluarkan. Biasanya, darah dengan warna seperti itu disadari saat wanita bangun tidur.
  • Kecoklatan atau kehitaman: Darah dengan warna kecoklatan atau kehitaman menandakan darah yang sangat tua. Keluarnya darah dengan warna tersebut biasanya menjadi tanda telah mendekati akhir periode menstruasi. Wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur cenderung mengeluarkan darah menstruasi yang kecoklatan atau kehitaman.
  • Oranye: Warna darah menstruasi berwarna oranye menandakan bahwa darah telah bercampur dengan cairan serviks. Di sisi lain, darah menstruasi yang berwarna oranye juga bisa menandakan adanya infeksi.

Tekstur

  • Gumpalan berat: Penggumpalan darah adalah tanda periode berat. Ketika terjadi pendarahan berat,tubuh memproduksi anti koagulan untuk mencegah penggumpalan darah. Selama periode berat, mekanisme ini tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan pekerjaannya, sehingga terjadilah penggumpalan darah. Gumpalan darah ini biasanya berhubungan dengan keluarnya darah menstruasi berwarna gelap. Ini karena darah yang lebih tua yang menumpuk di dinding uterus menciptakan aliran darah yang berat. Jika ini sering terjadi, kondisi ini harus dievaluasi oleh ahli medis.
  • Licin: Darah yang licin bertekstur seperti jelly menandakan bahwa darah bercampur dengan lendir serviks.
  • Encer: Darah haid yang encer biasanya berwarna merah terang dan aliran darahnya pun ringan.
  • Jaringan: Munculnya gumpalan jaringan endometrium di dalam darah mungkin merupakan tanda keguguran atau aborsi, dan ini perlu mendapatkan penanganan medis segera.

Dalam kebanyakan kasus, perubahan warna dan konsistensi darah menstruasi tidak perlu dikhawatirakan. Namun, Anda juga perlu waspada jika perubahan tekstur dan warna pada darah menstruasi juga disertai gejala keluarnya gumpalan jaringan, nyeri atau kram perut, nyeri panggul, mudah lelah, kulit dan kuku pucat, sering pusing, dan siklus menstruasi tidak teratur. Ini mungkin menandakan adanya masalah yang lebih serius yang perlu ditindaklanjuti secara medis, seperti:

  • Keguguran: Keluarnya gumpalan darah atau gumpalan jaringan merupakan tanda bahwa seorang wanita mengalami keguguran.
  • Fibroid rahim: Fibroid atau leiomioma adalah tumor jinak (bukan kanker) yang berkembang di dalam rahim.
  • Ketidakseimbangan hormonal: Estrogen dan progesteron adalah hormon yang mengatur seluruhan endometrium (lapisan rahim) setiap bulannya. Ketika ada gangguan dalam keseimbangan antara kedua hormon ini, lapisan rahim mungkin lebih menebal, sehingga berkontribusi untuk pendarahan yang lebih berat dari biasanya. Perubahan hormon terjadi karena berbagai faktor seperti penurunan berat badan yang signifikan, efek samping obat, pembesaran rahim, obstruksi aliran darah, pertumbuhan abnormal jaringan rahim, dan menopaus.

Sumber gambar : allpix.club

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY