Waspada Diare Pasca Lebaran pada Remaja

SehatFresh.com – Ada sejumlah penyakit yang kasusnya cenderung meningkat pasca lebaran. Salah satunya diare. Lebaran identik dengan euforia makanan, di mana banyak tersaji makanan pedas, makanan bersantan, dan lain-lain. Bila nafsu makan tidak terkendali, perut yang awalnya terbiasa berpuasa akan kaget dengan banyaknya makanan yang harus dicerna. Selain itu, makan makanan yang sering dipanaskan saat lebaran juga memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri. Semua itu dapat memicu diare. Bukan hanya anak-anak saja, remaja dan orang dewasa juga bisa terkena diare akibat tidak pola makan pasca lebaran yang tidak dijaga dengan baik.

Diare membuat penderitanya bisa buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari, dengan kondisi feses yang lebih encer. Selain menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, diare juga terkadang disertai muntah dan demam. Cairan dan elektrolit tubuh akan banyak yang terbuang melalui feses, sehingga mengakibatkan kekurangan cairan (dehidrasi). Maka tidak heran, tubuh akan terasa lemas ketika sedang menderita diare.

Apa pun itu penyakitnya, upaya untuk mencegah akan lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa cara antisipasi agar terhindar dari diare pasca lebaran:

  • Rajin mencuci tangan. Lebaran identik dengan tradisi bersalaman dan cium tangan sebagai tanda saling bermaafan. Tanpa disadari, tradisi ini meningkatkan risiko penularan kuman dari tangan ke makanan. Oleh karenanya, jangan lupa cuci tangan terutama ketika akan menyiapkan makanan, sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Cucilah tangan dengan sabun di bawah air mengalir dan pastikan untuk menggosok hingga ke sela-sela jari setidaknya selama 20 detik. Bila tidak memungkinkan, bersihkan tangan dengan hand sanitizer berbasis alkohol.
  • Makan secukupnya dan berimbang. Menu lebaran identik dengan makanan bersantan yang tinggi lemak dan belum lagi makanan pedas dengan bumbu-bumbu yang kuat. Makanan khas lebaran seperti itu boleh saja dikonsumsi, namun porsinya harus diperhatikan. Selain itu, konsumsi makanan khas lebaran juga perlu diimbangi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan segar. Selain kaya vitamin dan mineral, kandungan serat di dalamnya juga sangat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.
  • Banyak minum air putih. Momen lebaran juga identik dengan minuman dingin dari aneka rasa sirup kemasan. Minuman semacam ini juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena mengandung pemanis buatan. Pemanis buatan dapat menyebabkan diare terutama pada orang yang sistem pencernaannya sensitif. Ketimbang minuman lainnya, air putih lebih menyehatkan. Air putih berperak.;kn penting dalam proses metabolisme serta memaksimalkan pembuangan racun yang mengendap di pencernaan.
  • Cukup istirahat. Tubuh akan mudah sakit jika kurang istirahat. Saat lebaran, silaturahmi ke rumah saudara ataupun tetangga tentunya cukup menguras tenaga. Tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar bugar esok harinya. Untuk itu, pastikan untuk tidak begadang sehingga kebutuhan tidur selama 6-8 jam dapat tercukupi.
  • Probiotik dan prebiotik. Di dalam saluran cerna, terdapat begitu banyak bakteri baik dan bakteri jahat yang saling berkompetisi. Agar saluran cerna tetap sehat, bakteri baik harus dominan dari bakteri jahat. Bakteri baik dapat membentuk perisai pelindung di saluran pencernaan sehingga dapat menghadang serangan bakteri dan virus berbahaya. Untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna, maka perlu tambahan asupan makanan sumber probiotik serta memberikan prebiotik sebagai makanan probiotik. Asupan probiotik dapat diperoleh dari yoghurt, kefir, dan susu kedelai. Sementara itu, asupan prebiotik dapat diperoleh dari blueberry, tomat, dan pisang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY