Waspada Efek Terjatuh Saat Mengandung

SehatFresh.com – Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya, dalam kasus kembar, atau triplet/kembar tiga. Namun dibalik semua itu, menjaga kondisi Ibu yang tengah mengandung harus diperhatikan. Mulai dari pola makan, sampai cara berjalan yang baik bagi Ibu hamil.

Namun, banyak kasus yang dialami oleh ibu hamil, salah satunya yaitu terjatuh. Kecelakaan ini tidak boleh disepelekan begitu saja. Apabila posisi Ibu terjatuh dengan tidak sempurna maka efek yang ditimbulkan ialah kerusakan pada janin bahkan bisa menyebabkan keguguran.

Tingkat keseriusan bahaya bergantung pada bagaimana posisi jatuh tersebut, seperti :

  • Posisi telentang

Dalam posisi seperti ini, perut ibu tidak langsung berbenturan dengan lantai atau apapun di bawahnya sehingga bisa dikatakan tidak begitu berbahaya. Namun tidak ada salahnya untuk langsung memeriksakan kehamilan pada petugas kesehatan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kontraksi, syok, dan stres.

  • Posisi tengkurap

Posisi ini membuat ibu langsung berbenturan dengan permukaan di bawahnya. Jika benturan tidak begitu keras, ada kemungkinan bayi tidak mendapatkan dampak yang besar. Tapi dalam beberapa kasus parah bisa menyebabkan terlepasnya plasenta dari dinding rahim (solusio plasenta) yang menyebabkan perdarahan pada ibu, bahkan sampai terminasi (pengakhiran) kehamilan.

  • Posisi terduduk

Jatuh dalam posisi ini membuat seluruh beban tubuh tertumpu pada tulang belakang. Dalam kondisi hamil tua (trimester ketiga) berisiko menyebabkan ketuban pecah dini (KPD) yang memicu terjadinya kelahiran prematur.

Ibu bisa melakukan pengecekan pada beberapa hal di bawah ini untuk mengetahui resiko yang bisa ditimbulkannya yaitu sebagai berikut :

  • Pendarahan

Jangan menganggap sepele apabila timbul flek setelah terjatuh.  Segera periksakan diri ke dokter kandungan Anda untuk mengetahui apakah terjadi pendarahan atau tidak.

  • Ketuban pecah

Apabila ibu hamil terjatuh dan ketuban pecah maka segera ke dokter kandungan karena ketuban pecah bisa menyebabkan timbulnya kontraksi sehingga bisa memicu kelahiran prematur.

  • Janin masih bergerak

Pantau gerakan janin Anda setiap jam.  Apabila janin tidak bergerak lebih dari 2 jam setelah terjatuh, segera periksakan ke dokter.  Pada ibu hamil dengan usia kandungan masih muda, bisa cek gerakan janin dengan melakukan USG atas bantuan dokter.

  • Kontraksi

Bila ibu hamil merasakan kontraksi setelah terjatuh, maka segera periksakan ke dokter kandungan Anda.

Jangan anggap sepele jika Ibu hamil jatuh pada posisi yang sudah dijelaskan diatas, Ibu hamil juga harus bisa menyadari gejala yang dilakukan apabila terjatuh. Jika ibu hamil terjatuh segera hubungi dokter untuk mengurangi risiko kehamilan seperti keguguran.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY