Waspada Mountain Sickness saat Naik Gunung

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernah mendengar mountain sickness? Kalaupun baru pertama kali mendengar, kita bisa menebak bahwa penyakit ini berkaitan dengan gunung. Ya, mountain sickness adalah penyakit yang sering menyerang saat naik gunung. Juga disebut altitude sickness, setiap orang yang melakukan perjalanan ke tempat tinggi berisiko mengalaminya.

Mountain sickness rentan terjadi pada ketinggian 8000 kaki atau sekitar 2400 meter di atas permukaan laut. Penyebabnya? Tempat yang tinggi memiliki kadar oksigen yang lebih rendah dan terjadi penurunan tekanan udara. Saat mendaki gunung, tubuh mungkin tidak memiliki cukup waktu menyesuaikan diri dengan baik. Terlebih bila Anda mendaki terburu-buru karena ingin cepat sampai. Risiko Anda terserang mountain sickness pun meningkat.

Ada tiga bentuk mountain sickness. Yang pertama adalah AMS (acute mountain sickness). Gejalanya seperti ketika mabuk, yakni sakit kepala, mual, dan kelelahan. Meski menjadi bentuk mountain sickness yang paling ringan, AMS adalah tanda peringatan bahwa Anda menjadi lebih berisiko terserang bentuk mountain sickness yang lebih serius, yaitu HAPE (high altitude pulmonary oedema) dan (high altitude cerebral oedema). Kedua bentuk mountain sickness parah ini merupakan kondisi fatal karena dapat menyebabkan komplikasi pada paru-paru (HAPE) dan otak (HACE). Anda mungkin menderita sesak napas karena cairan di paru-paru atau menjadi linglung akibat adanya pembengkakan di otak.

Mountain sickness dapat dicegah. Intinya, penting untuk merencanakan dan mempersiapkan segalanya secara matang jika hendak mendaki gunung. Beberapa tindakan preventif untuk mountain sickness antara lain:

Sebelum pendakian

  • Sebelum pendakian, siapkan fisik secara matang dengan berolahraga secara teratur minimal seminggu sebelum keberangkatan. Pastikan tubuh dalam kondisi sehat dan tidak sedang dalam pengobatan penyakit serius.
  • Cari informasi mengenai gejala mountain sickness sehingga Anda bisa segera mengenali dan mengobati ketika Anda mengalami gejalanya.
  • Jika Anda berencana melakukan perjalanan ke tempat dengan ketinggian ekstrim (lebih dari 10.000 kaki), mintalah pada dokter resep acetazolamide, obat yang dapat membantu tubuh menyesuaikan diri ketika di ketinggian.
  • Hindari olahraga berat pada 24 jam sebelum pendakian.

Saat pendakian

  • Hindari mendaki terlalu cepat atau terburu-buru. Beristirahatlah setiap 600 hingga 900 meter.
  • Pastikan Anda meminum cukup air.
  • Hindari alkohol dan rokok.
  • Jika Anda merasa mengalami gejala mountain sickness, segera berhenti dan istirahat. Tunda pendakian setidaknya selama 24 jam.
  • Jika sakit kepala, minumlah ibuprofen atau parasetamol.
  • Makan makanan ringan tapi tinggi kalori. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here