Waspada Zat Berbahaya pada Mainan Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Disadari atau tidak, setiap hari anak-anak terpapar bahan kimia yang tidak hanya bersumber dari produk perawatan kulit (seperti sabun dan sampo), tapi juga dari mainannya. Anak-anak dan mainan adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Akan tetapi, banyak mainan mengandung zat sintetis yang bisa membahayakan kesehatan. Jika kita perhatikan lebih teliti, banyak mainan anak yang sebetulnya tidak ramah bagi anak-anak. Seperti pada mainan dengan warna mencolok, bau cat yang digunakan seringkali berbau tajam.

Karena sistem dan organ tubuhnya masih tumbuh dan berkembang, anak-anak lebih rentan terhadap efek bahan kimia beracun. Anak-anak terutama balita cenderung memasukkan mainan ke dalam mulut mereka, dan ini memungkinkan zat berbahaya pada mainan masuk ke tubuh anak. Zat berbahaya pada mainan juga akan terhirup oleh anak dari waktu ke waktu. Anak memang tidak akan langsung keracunan. Namun, seiring waktu, zat kimia dari mainan mengendap dalam tubuh dan hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jangka panjang, seperti kanker:

  • Phthalate

PVC (polyvinil chloride) adalah bahan plastik yang digunakan pada banyak barang keperluan rumah tangga dan mainan. PVC umumnya mengandung phthalate, yang diduga dapat mengganggu sistem hormon, menghambat perkembangan, hingga menurunkan kesuburan. Meski beberapa jenis phthalate telah dilarang oleh sejumlah negara, masih dapat ditemukan di banyak peralatan atau mainan anak, seperti mainan tiup, kolam bayi dan mainan mandi. Bahan kimia ini juga kerap digunakan sebagai senyawa wewangian sintetis pada mainan yang beraroma.

  • Bisphenol A

Bahan kimia lainnya, Bisphenol A atau BPA juga masih banyak digunakan dalam pembuatan mainan plastik, piring plastik, botol susu bayi dan botol minuman. Padahal, bahan kimia ini termasuk ke dalam jajaran endocrine disruptor atau senyawa yang dapat mengganggu keseimbangan hormone dan erat kaitannya dengan peningkatan risiko kanker.

  • Kromium dan timbal

Kromium dan timbal kerap digunakan sebagai pewarna dan pigmen pada boneka, mainan kayu, dan mainan elektronik. Kedua bahan kimia tersebut selain karsinogenik, juga bisa mengganggu perkembangan otak dan menyebabkan luka bakar parah.

  • Nonylphenol (ethoxylates)

Dalam berbagai produk plastik termasuk mainan anak, nonylphenol kerap digunakan sebagai bahan penstabil plastik. Bahan ini dapat mengganggu hormon dan berpotensi menyebabkan kanker.

  • Formaldehida dan formaldehida

Formaldehida dan formaldehida umumnya digunakan sebagai pengikat pigmen ke kain, anti kerut dan perekat dalam produk kayu. Bahan kimia ini dapat mengiritasi selaput lendir bila sering terhirup, serta bersifat karsinogenik.

Zat-zat kimia di atas hanyalah beberapa contoh zat berbahaya yang kerap ditemukan ke dalam mainan anak. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pastikan untuk membeli mainan yang aman dan memiliki SNI. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here