Waspadai Ablasio Retina pada Proses Persalinan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mungkin banyak yang belum tahu bahwa kehamilan dan persalinan ternyata bisa mengakibatkan luka serius pada mata. Salah satu luka mata yang bisa di derita oleh ibu hamil pada proses persalinan adalah ablasio retina, yaitu robek atau terlepasnya retina mata tempatnya. Meski kasusnya jarang, bukan berarti ablasio retina tidak mungkin dialami calon ibu. Karena itu, pahami faktor risiko, cara mengantasipasi, dan menanggulanginya.

Ibu hamil berisiko mengalami ablasio retina pada saat proses persalinan apabila:

  • memiliki kelainan mata rabun jauh cukup besar, yaitu minus 4 sampai dengan 7, sedangkan yang minus di atas 7 justru jarang mengalami ablasio retina.
  • Pada saat persalinan retina robek pada salah satu mata robek.
  • Memiliki hubungan keluarga yang menderita retina robek.
  • Memiliki kelainan pada mata jenis lainnya, seperti gangguan retina, cairan bola mata merembes, dll.
  • Pernah melakukan operasi katarak.
  • Mengalami trauma atau benturan cukup keras di bagian mata.
  • Memiliki aktivitas rutin yang menyebabkan tekanan di dalam bola mata meningkat. Misalnya, aktivitas mengejan pada saat BAB, mengangkat barang yang berat.

Gejala Ablasio retina

Ablasio retina atau retina terkelupas/robek dapat terjadi jika sebagian retina terlepas dari tempat pelekatannya di bola mata. Apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Gejalanya:

  • Banyak penderita yang tidak menyadari karena tidak disertai rasa sakit.
  • Terjadi peningkatan terdapat benda-benda kecil yang mengambang pada pandangan mata (floaters). Benda-benda yang mengambang bisa berupa serpihan jaringan atau organel (bagian sel).
  • Munculnya pijar-pijar cahaya sekilas di dalam ruang pandang.
  • Penglihatan menjadi sedikit kabur.
  • Dalam sejumlah kasus, ablasio retina dapat membuat ibu mengalami kebutaan (gelap) pada seperempat atau separuh pandangan di satu bola mata. Jika tidak segera ditangani, bukan berarti tidak mungkin retina bisa terlepas seluruhnya (100%) atau detached retina, dan ibu dapat mengalami kebutaan total.

Cara Mencegahnya:

  • Hindari terlalu sering mengejan saat BAB. Untuk itu, perbanyak makan makanan yang mudah dicerna, seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Hindari mengangkat barang atau benda terlalu berat karena hal ini akan membuat anda mengejan.
  • Sebelum proses persalinan tiba, pastikan Anda telah memeriksakan dan mendiskusikan kondisi mata ke dokter kandungan dan dokter mata. Dengan demikian, dapat menentukan pilihan cara bersalin yang tepat dan aman sesuai kondisi mata dan kandungan.

Cara menanggulanginya:

  • Apabila pada pemeriksaan sebelum proses persalinan tampak ada penipisan pada retina, segera periksa kedokter agar dapat dilakukan tindakan pelekatan kembali dengan leser jauh hari sebelum persalinan.
  • Pertimbangkan boleh bersalin normal atau tidak tergantung dari ukuran minus mata, luas panggul, besar janin, dan faktor lain yang berhubungan dengan mudahnya persalinan atau tidak.
  • Jika ada pendataran, cekungan, dan penipisan harus dilakukan secara Caesar.
  • Apabila terjadi ablasio retina saat hamil atau proses persalinan, maka retina harus segera dilekatkan kembali melalui operasi.

Apabila belum terjadi perobekan pada retina, tapi sudah ada gejala, persalinan alami masih dapat dilakukan. Yaitu, dengan tindakan bantuan forcep atau vakum sehingga bisa mengurangi tekanan pada bola mata saat mengejan. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here