Waspadai Berbagai Masalah Payudara yang Dialami Ibu Menyusui

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernahkah merasakan bagaimana risaunya segala masalah yang terjadi pada payudara saat menyusui? Buat ibu-ibu muda yang ingin tahu, kira-kira masalah apa saja ya yang bisa timbul?

Masalah Apa Saja yang Terjadi Pada Payudara Saat Menyusui?

  • Payudara Mengeras dan Terasa Penuh

Payudara keras dan terasa penuh rasanya sangat nyeri dan berat. Bahkan ibu bisa jadi juga sering merasa demam. Sebaiknya terus disusukan pada anaknya atau dipompa untuk mengeluarkan ASI yang berlebihan karena rasa sakit lama-lama akan hilang seiring berjalannya waktu jika ASI bisa mengalir lancar. Hal ini terjadi karena produksi susu yang berlebihan pada payudara ibu.

  • Payudara Membengkak

Payudara yang sangat penuh jika tidak segera dipompa juga lama-lama menjadi bengkak. Saat ASI terlalu berlebihan dan tidak segera dipompa, maka payudara rasa sakit terus dialami, bahkan kulit payudara mulai memunculkan kemerahan kulit kemerahan. Jika tidak dipompa secara teratur, hasilnya ASI tidak dapat mengalir lancar sehingga bayi terus rewel saat menyusu.

  • Saluran ASI Mengalami Penyumbatan

Saluran ASI bisa jadi mengalami penyumbatan karena tidak segera dikosongkan. Coba deteksi, biasanya ibu memakai baju yang ketat, bra yang tidak nyaman, posisi menyusui yang tidak seimbang, dan lain sebagainya.

  • Terjadinya Mastitis

Ibu yang menyusui cenderung sangat rentan terjadi mastitis. Badan terasa demam, lesu, mudah merasa pegal, dan pusing kepala. Kondisi di sekitar payudara mengalami kemerahan, panas, dan terasa nyeri. Nyeri ini sering terjadi karena stres, kecapean, dan lecet di sekitar puting. Pada kondisi ini, meskipun ASI sudah dipompa tapi ibu tetap saja mengeluhkan hal yang serupa.

  • Terjadinya Abses Payudara

Abses merupakan sebuah kista yang isi di dalamnya ialah nanah. Pemberian antibiotik sudah tidak efektif karena dinding kista menahan masuknya antibiotik ke dalam kuman.
Abses payudara ialah kondisi mastitis yang sudah parah.

Pemeriksaan payudara sangat diperlukan, bahkan harus segera dilakukan USG payudara. Kemudian diambil tindakan untuk mengeluarkan nanah melalui bedah dan butuh waktu pemulihan yang lama yaitu sekitar 4 hingga 6 minggu.

Meskipun timbulnya kondisi abses, payudara tetap harus diperah sehingga sedapat mungkin bisa diatasi secara optimal. Jika nanah sudah dikeluarkan, aktivitas menyusui harus dilakukan secara rutin agar tidak terjadi abses ulangan.

Hasil perah saat payudara mengalami abses dibuang saja hingga terapi antibiotik usai dan payudara ibu kembali sehat. Apabila luka jahitan belum sempurna maka perlu dipasang drain sampai resiko infeksi mengecil dan sehat. Jika sudah sehat maka ibu sudah bisa menyusui langsung. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here