Waspadai Faktor Risiko Retino Blastoma pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebelum membahas lebih lanjut mengenai retino blastoma, perlu Anda ketahui apa itu retino blastoma. Retino blastoma adalah suatu jenis kanker yang menyerang  retina pada mata. Kanker tersebut merupakan suatu kanker ganas yang lebih berisiko dialami oleh anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Kebanyakan penderita kanker ini adalah anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun. Kanker ini dapat menyerang salah satu mata bahkan keduanya sekaligus.

Orang tua perlu mewaspadai kanker ganas ini pada anak terutama apabila anak mengalami gejala- gejala yang mencurigakan seperti pupil yang terlihat putih. Pupil mata seharusnya berwarna merah saat terkena rangsangan cahaya. Selain itu ada beberapa gejala yang bisa menjadi petunjuk retino blastoma tersebut yaitu bola mata yang terlihat lebih besar daripada kondisi normal, mata merah dan terjadi pembengkakan serta mata seperti melihat arah berlainan. Apabila Anda menemukan gejala tersebut, lebih baik segera mengonsultasikan kepada dokter.

Retino blastoma ini sebagian besar disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan dari orang tua. Mutasi yang disebut retinoblastoma-1 (RB 1 akan menyebabkan kanker mata sporadis dan terjadi saat anak berusia di bawah 5 tahun.

Berbicara mengenai faktor risiko retino blastoma, dapat dikemukakan 2 hal sebagai penyebab meningkatnya risiko seorang anak mengalami kanker tersebut, yaitu:

  1. Usia

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa kebanyakan penderita penyakit kanker ganas retino blastoma tersebut adalah anak dengan usia di bawah 5 tahun. Pada seorang penderita retino blastoma yang disebabkan oleh faktor genetik, penyakit tersebut akan terdeteksi semenjak anak masih bayi. Namun jika kanker tersebut bukan disebabkan oleh faktor genetik, maka penyakit tersebut akan dapat terdeteksi pada usia 1 hingga 2 tahun sebelum anak berusia 5 tahun.

  1. Keturunan

Karena faktor utama penyebab dari kanker ganas retino blastoma adalah karena genetik atau keturunan, maka jika anggota keluarga terutama orang tua menderita penyakit tersebut, risiko anak atau anggota keluarga akan lebih tinggi mengalami penyakit yang serupa.

Jika salah satu orang tua menderita retino blastoma, maka disarankan untuk mengonsultasikan hal tersebut kepada dokter. Tanyakan pada dokter kapankah harus dilakukan ujian mata untuk retino blastoma.

Dengan penanganan yang tepat dan dini, maka kesempatan untuk penyakit ini sembuh akan lebih besar dibanding dengan apabila kanker sudah mulai memburuk.

Jika sudah demikian, maka dokter bisa saja menyarankan penderita untuk dilakukan kemoterapi yaitu pengobatan yang menggunakan bahan kimia. Kemoterapi ini bertujuan untuk membunuh sel kanker. Selain kemoterapi, ada juga terapi radiasi yang menggunakan sinar berenergi tinggi yang memiliki tujuan yang sama dengan kemoterapi yaitu membunuh sel kanker. Apabila penyakit sudah tidak dapat diobati dengan metode lain, akan dilakukan operasi untuk pembedahan namun operasi tersebut bisa mengakibatkan infeksi dan pendarahan. (AYK)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY