Waspadai Faktor yang Bisa Membuat ASI Tidak Lancar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Memberikan ASI eksklusif adalah idaman hampir semua ibu. Sayangnya, tidak semua ibu lancar memberikan ASI kepada buah hatinya. Berbagai faktor bisa menjadi penyebabnya.

Normalnya, seorang ibu dapat menghasilkan ASI kira-kira 550–1.000 ml setiap hari. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi produksi ASI di bawah angka tersebut. Faktor-faktor apa sajakah itu?

  • Psikologis

Kondisi psikologis ibu sangat mempengaruhi refleks aliran susu.  Refleks ini mengontrol perintah yang dikirim oleh hipotalamus pada kelenjar bawah otak. Bila merasa cemas, takut, atau bingung, air susu tidak akan turun dari alveoli menuju puting. Hal ini sering terjadi pada hari-hari pertama menyusui ketika refleks pengaliran susu belum sepenuhnya berfungsi. Refleks pengaliran susu dapat berfungsi baik hanya jika ibu merasa rileks dan tenang. Rasa percaya tinggi dalam diri sang ibu bahwa ia yakin dapat memberikan ASI sangat membantu terjadinya aliran susu. Selain itu, peran keluarga, terutama suami, sangat penting menjaga kondisi psikis ibu agar tetap tenang dan nyaman.

  • Makanan

Makanan sangat mempengaruhi produksi ASI. Kelenjar pembuat ASI tidak dapat bekerja dengan sempurna tanpa makanan yang cukup nutrisinya dan seimbang. Ada baiknya ibu yang sedang menyusui juga menghindari makanan tertentu, seperti cabai, merica, jahe, kopi, alkohol, sawi, dan bahan makanan yang banyak mengandung gula serta lemak.

  • Anatomi payudara

Produksi ASI dapat terhambat bila jumlah lobus dalam buah dada berkurang. Jika jumlah lobus berkurang, maka lobulus pun berkurang. Hal ini karena sel-sel acini yang menghisap zat-zat makan dari pembuluh darah akan berkurang.

  • Perawatan payudara

Perawatan payudara yang benar akan memperlancar produksi ASI. Merangsang payudara akan mempengaruhi hypopise untuk mengeluarkan hormon progesteron, estrogen, dan oksitosin lebih banyak lagi. Hormon oksitosin akan menimbulkan kontraksi pada sel-sel lain sekitar alveoli (lubang-lubang kecil di paru-paru). Alhasil, susu mengalir turun ke arah puting sehingga bisa dihisap bayi.

  • Hormon

Faktor hormonal, seperti hormon prolaktin dan oksitosin, berperan dalam produksi ASI. Hormon prolaktin diproduksi oleh kelenjar pituari yang berada di dalam otak dan berpengaruh terhadap berbagai fungsi fisiologis tubuh. Jumlah hormon prolaktin dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi ibu dan frekuensi isapan bayi. Jadi, semakin sering bayi menghisap, maka hormon yang diproduksi pun akan semakin banyak. ASI yang diproduksi pun bisa mengalir deras.

  • Alat kontrasepsi

Pemakaian kontrasepsi yang tidak tepat dapat mempengaruhi jumlah produksi ASI.

  • Obat-obatan

Obat-obatan tertentu bisa mempengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin yang berfungsi dalam pembentukan dan pengeluaran ASI. Apabila hormon-hormon ini terganggu, dengan sendirinya akan mempengaruhi pembentukan dan pengeluaran ASI. Konsultasikan dengan dokter bila Anda ingin mengonsumsi obat-obatan tertentu saat masih masa menyusui. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here