Waspadai Gejala Awal Kanker Kelenjar Getah Bening

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kanker dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan. Mewaspadai gejala awal kanker sangat penting agar penanganan tepat dapat segera diberikan. Terlebih, kanker terdiri atas berbagai jenis.

Salah satu jenis kanker adalah kelenjar getah bening. Kanker yang juga dikenal dengan sebutan limfoma ini merupakan satu dari 10 kanker paling ganas. Dalam beberapa tahun belakangan, jumlah penderitanya semakin meningkat. Menurut data dari Konferensi Limfatik Internasional, pada setiap sembilan menit ada kasus baru penyakit limfoma di seluruh dunia.

Gejala yang paling mudah dikenali dari kanker kelenjar getah bening adalah adanya benjolan pada tubuh. Namun, gejala ini tidak berlaku untuk setiap penderita kanker kelenjar getah bening. Sebenarnya, benjolan tak wajar di dalam tubuh telah lama diketahui sebagai tanda-tanda dari kanker pada umumnya. Ketika benjolan tersebut berada pada kelenjar atau disebut juga sebagai pembesaran kelenjar, maka Anda perlu mewaspadai kanker kelenjar getah bening yang terjadi.

Benjolan tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri dan gatal. Tapi, akan terus membesar secara bertahap. Benjolan ini memiliki permukaan yang mulus dan ketika diraba kerasnya menyerupai bola pingpong.

Benjolan itu dapat ditemukan pada seluruh kelenjar di tubuh. Bagian yang paling sering adalah leher, ketiak, dagu, selangkangan. Selain itu, pembesaran kelenjar juga bisa terjadi di bagian tubuh lainnya.

Menurut dokter spesialis onkologi RS Medistra Aru Wicaksono Sudoyo, ditemukan atau terabanya benjolan pada kelenjar di tubuh merupakan tanda-tanda kanker getah bening yang paling mudah. Cara ini dianggap sebagai metode deteksi dini dari penyakit kanker kelenjar getah bening.

Penderita limfoma biasanya diikuti dengan perubahan pada kulit, seperti erosi kulit, lepuh, eritoma dan lainya. Pada tahap lanjut, akan timbul infeksi bernanah pada kulit dan menurunnya antibodi.

Tahapan kanker kelenjar getah bening ditentukan dari lokasi ditemukannya kelenjar ganas. Hal ini berbeda dengan kanker atau tumor padat yang tahapannya ditentukan dari penyebaran atau metastasisnya. Limfoma adalah kanker sistem darah sehingga tidak mengenal metastasis.

Aru mengatakan, meski merupakan salah satu kanker yang dapat disembuhkan, namun kanker kelenjar getah bening tak bisa diremehkan. Hal ini disebabkan kesembuhan penderitanya masih bergantung pada tinggi rendahnya stadium dari kanker tersebut.

“Persentase kesembuhan menurun tergantung lanjutnya stadium penyakit kanker getah bening tersebut. Jadi, tidak bisa 100% sembuh,” jelas Aru.

Maka, jika ada benjolan pada tubuh, segeralah konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Meski tidak bisa dipastikan setiap benjolan berarti kanker, namun ada kemungkinan itu adalah gejala limfoma. Yang pasti, pengobatan kanker kelenjar getah bening akan lebih efektif jika diketahui sejak dini. (SBA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY