Waspadai Hidrosefalus Kongenital pada Calon Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkah Anda mendengar atau melihat langsung bayi yang lahir dengan kepala besar karena penumpukan cairan di otak? Jika iya, bayi tersebut lahir dengan kondisi hidrosefalus kongenital. Ini berarti kondisi tersebut merupakan kondisi bawaan lahir yang disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan yang kompleks selama janin tumbuh dan berkembang dalam kandungan. Hidrosefalus perlu diwaspadai oleh para orangtua atau calon orangtua karena dapat menyebabkan kerusakan otak permanen sehingga dapat mengganggu tumbuh kembang anak kelak.

Hidrosefalus terjadi karena penumpukan cairan di rongga dalam (ventrikel) otak. Cairan tersebut adalah cairan serebrospinal, yang normalnya mengalir melalui ventrikel dan akan diserap oleh pembuluh darah pada jaringan yang berada dekat dasar otak. Namun, pada penderita hidrosefalus, terjadi ketidakseimbangan antara cairan yang diproduksi dan cairan yang diserap ke dalam aliran darah. Dalam kasus hidrosefalus kongenital, penyebabnya dikaitkan dengan cacat tabung saraf, infeksi saat hamil yang menyebabkan peradangan pada jaringan otak janin, dan perkembangan sistem saraf pusat yang abnormal sehingga menghambat aliran cairan pada tulang belakang.

Akibat kepala yang besar, ubun-ubun bayi dengan hidrosefalus kongenital menjadi terlihat menggelembung. Selain itu, bayi dengan hidrosefalus kongenital juga umumnya memiliki mata yang tampak memandang ke bawah, otot kaki kaku, sering kejang, rewel, dan sulit disusui.

Hidrosefalus dapat berakibat fatal jika tidak segera diberi penanganan. Perawatan memang tidak bisa memulihkan kerusakan otak yang sudah terjadi, tapi dapat mencegah kerusakan otak yang lebih parah. Perawatan untuk hidrosefalus ditujukan untuk menormalkan kembali aliran cairan serebrospinal. Salah satu metode perawatan untuk menangani hidrosefalus adalah operasi pemasangan shunt, yakni suatu alat berbentuk selang yang dipasangkan ke dalam kepala guna mengalirkan cairan otak secara optimal agar diserap secara optimal oleh pembuluh darah.

Jadi, para orangtua yang memiliki bayi yang lahir dengan kondisi hidrosefalus jangan putus harapan. Karena dengan bekerja sama dengan para profesional yang meliputi dokter anak, ahli terapi okupasi, ahli terapi perkembangan, dan ahli saraf pediatrik, bayi yang lahir dengan hidrosefalus kongenital masih bisa tumbuh dengan baik.

Tak ada cara pasti yang dapat mencegah perkembangan hidrosefalus kongenital, tapi risikonya dapat diminimalisir. Penting bagi para ibu hamil untuk tidak melewatkan jadwal pemeriksaan kehamilannya guna mendeteksi sedini mungkin masalah-masalah kehamilan yang dapat mengganggu tumbuh kembang janin. Ibu hamil juga dapat mempertimbangkan vaksinasi agar tidak terjangkit penyakit atau infeksi yang berkaitan dengan hidrosefalus, seperti rubella. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here