Waspadai Jenis dan Faktor Risiko Abses Gigi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Abses merupakan suatu kumpulan nanah pada suatu rongga. Abses pada gigi dapat terjadi karena infeksi. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri yang mengeluarkan toksin dan merusak sel dan jaringan sekitar. Akibatnya, sebagian sel mati dan hancur, meninggalkan rongga yang berisi jaringan dan sel-sel yang terinfeksi.

Gigi memiliki lapisan email yang merupakan lapisan terluar dan menjadi pelindung. Di bawahnya adalah lapisan dentin, dan kemudian rongga pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah. Bila terjadi lubang, lapisan email bahkan dentin menjadi terbuka, dan bila berlanjut terus akan mencapai rongga pulpa. Rongga pulpa yang terinfeksi menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat, dan bila tidak ditangani dapat menyebabkan saraf pada rongga pulpa tersebut mati.

Gigi yang sudah mati jaringan sarafnya (nekrotik), akan diinvasi oleh bakteri sampai ke ujung akarnya, bakteri berkoloni dan menyebabkan infeksi yang dimulai dari ujung akar gigi tersebut. Tanpa penanganan yang tepat, infeksi ini akan menyebar ke daerah yang lebih luas.

Penyebaran infeksi ini bisa ke arah manapun yang terdekat, misalnya, bila ujung akar gigi dekat dengan sinus maksilaris, dapat menyebabkan sinusitis maksilaris.

Abses gigi terdiri atas berbagai jenis. Jenis abses akan menentukan tingkat keparahan dan lokasi gejalanya. Beberapa jenis abses antara lain:

  • Abses gingiva. Abses hanya ada di jaringan gusi dan tidak mempengaruhi gigi atau ligament periodontal.
  • Abses periodontal. Abses ini dimulai pada struktur jaringan tulang pendukung gigi.
  • Abses periapikal. Abses ini dimulai pada pulpa lembut gigi.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita abses gigi adalah:

  • Makanan tinggi gula. Mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi bisa menyebabkan lubang pada gigi yang dapat berkembang menjadi abses gigi.
  • Buruknya kebersihan gigi. Orang yang tidak melakukan perawatan gigi dan gusi dengan semestinya berisiko mengalami masalah pada gigi, termasuk abses gigi.
  • Kondisi medis tertentu. Memiliki kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes atau penyakit autoimun, dapat meningkatkan risiko infeksi gigi dan abses gigi.

Untuk mendiganosis pasien yang diduga menderita abses gigi, dokter umumnya akan melakukan beberapa tindakan pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa rongga mulut pasien secara keseluruhan.
  • Mengetuk gigi pasien. Gigi yang menderita abses biasanya menjadi sensitif terhadap sentuhan atau tekanan.
  • Pemindaian. Foto Rontgen akan membantu dokter mengidentifikasi abses serta melihat apakah infeksi sudah menyebar dan menyebabkan abses di bagian tubuh lainnya. Jika abses sudah menyebar ke bagian leher, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan CT scan.

Jadi, menghindari kerusakan gigi sangat penting untuk mencegah abses gigi. Nah, kunci utama untuk menghindari kerusakan gigi adalah dengan merawat gigi. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here