Waspadai Kondisi Akibat Testis Bengkak

SehatFresh.com – Testis adalah kelenjar berbentuk oval yang berfungsi untuk memproduksi sperma dan hormon testosterone. Testis dibungkus oleh skrotum. Beberapa masalah dapat menyebabkan pembengkakan testis atau skrotum. Untungnya, sebagian besar kondisi ini dapat berhasil diobati, terutama jika didiagnosis sejak dini. Jika Anda mengalami pembengkakan testis atau memiliki pertanyaan tentang kondisi ini, berkonsultasilah langsung dengan spesialis urologi. Testis yang bengkak bisa menjadi indikasi beberapa kondisi berikut ini:

  1. Infeksi

Infeksi dapat berkembang di testis atau saluran yang menghubungkan testis dengan tabung urin, atau uretra (epididimis) dan menyebar ke testis. Infeksi orchitis dan epididimitis seringkali menyebabkan pembengkakan testis dan nyeri pada skrotum. Anda juga mungkin mengalami demam. Orchitis dan epididimitis paling sering terjadi pada laki-laki antara usia 14 dan 35 (menurut artikel dalam “American Family Physician” pada tahun 2009). Infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri yang sama yang bertanggung jawab untuk infeksi klamidia dan gonore.

  1. Torsio testis

Testis mendapat suplai darah dari arteri yang berasal di perut. Arteri menjalar melalui selangkangan sebagai bagian dari struktur yang disebut korda spermatika untuk mencapai testis. Terpuntir atau melilitnya korda spermatika menyebabkan terputusnya aliran darah ke testis (buah zakar) dan struktur jaringan di dalam skrotum (kantung zakar). Kondisi ini disebut torsio testis. Torsio testis bisa terjadi karena cedera atau longgarnya keterikatan testis ke skrotum secara kongenital. Masalah ini terjadi pada satu dari 4.000 pria di bawah usia 25 tahun. Meski langka, kondisi ini dapat menjadi darurat dan memerlukan evaluasi medis segera. Operasi darurat sering diperlukan untuk memulihkan aliran darah dan mencegah cedera testis.

  1. Variocele

Masalah yang disebut varicocele juga dapat menyebabkan pembengkakan testis atau pembesaran seluruh skrotum. Vena yang membawa darah dari testis kembali ke jantung membentuk jaringan di korda spermatika. Terkadang, pembuluh darah di jaringan ini membesar dan tidak berfungsi dengan baik. Hal ini membuat darah mengalir terlalu lambat sehingga memicu cadangan darah di testis dan pembengkakan. Varicocele biasanya berkembang secara perlahan dan paling sering terjadi pada laki-laki muda.

  1. Spermatocele

Gangguan yang disebut spermatocele juga dapat menyebabkan pembengkakan testis. Kondisi bukan kanker ini muncul ketika kista berisi cairan berkembang di testis atau epididimis. Kondisi mungkin tidak menimbulkan gejala tetapi dapat menyebabkan pembengkakan pada testis.

  1. Kanker

Gejala awal kanker testis biasanya ditandai dengan pembengkakan testis. Pembengkakan biasanya terbatas pada satu sisi. Tumor dapat menyebabkan benjolan yang nyata pada testis, tetapi juga dapat menyebabkan pembengkakan umum, kadang disertai rasa sakit atau ketidaknyamanan. Kanker testis adalah kanker yang relatif jarang, biasanya memengaruhi laki-laki 15-34, meskipun dapat berkembang pada usia berapa pun. Untungnya, kanker testis biasanya dapat diobati, terutama ketika terdeteksi dini.

Sumber gambar : surabaya.wartakesehatan.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY