Waspadai Mengapa Mr. P Bengkok (Peyronie)?

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat pembaca, apakah pasangan Anda memiliki Mr. P bengkok? Atau kah Anda sendiri para pria sedang mengalaminya? Jika ya, ada baiknya Anda mengetahui penyebabnya.

Mr. P yang Anda miliki ternyata bengkok? Sebagian dari Anda tentu merasa malu, kurang percaya diri, dan minder. Apakah itu berbahaya? Jangan khawatir, selama tidak mengganggu aktivitas seksual Anda, itu masih dikatakan normal. Tapi jika Anda mengalami rasa sakit saat berhubungan seksual, tentu perlu waspada!

Apa yang dimaksud dengan Peyronie?

Payronie ialah terbentuknya jaringan (plak) pada salah satu sisi dan membuat penis melengkung saat ereksi. Peyronie bukan gangguan serius dan bukan termasuk penyakit seks menular, sehingga jika Mr. P terlalu bengkok jangan terlalu. Kondisi ini banyak dijumpai oleh pria berumur 40 hingga 50 tahun, dan bahkan sejak usia 18 tahun.

Apa Penyebabnya?

Mr. P bengkok bisa disebabkan oleh adanya penyakit peyronie, gangguan auto-immune, cedera pada penis, dan ketidaknormalan yang terjadi pada jaringan fibrosa yang diturunkan dari keluarga. Kondisi ini terjadi setelah cedera pada penis saat ereksi saat menjadi bengkok selama aktivitas seksual. Kondisi ini bisa terus berkembang tanpa penyebab yang jelas, tapi kondisi ini bisa diturunkan pada generasi selanjutnya. Pria yang pernah melakukan operasi atau radiasi kanker prostat memiliki resiko lebih tinggi mengalami peyronie.

Waspadai Gejalanya

  • Penis bengkok saat ereksi
  • Rasa sakit saat ereksi
  • Terdapat benjolan keras pada batang penis
  • Penis mengalami perubahan bentuk dan menyerupai jam pasir
  • Panjang serta lingkar penis berubah
  • Jika sudah parah, akan sulit melakukan hubungan seksual atau penetrasi

Penis yang mengeras menimbulkan rasa sakit dan memicu impotensi. Penis bisa bengkok ke kanan dan ke kiri bahkan ke atas. Pengekokakn ini akan terus terjadi sampai tiga bulan lamanya, bahkan sering terjadi saat ereksi. Penyakit peyronie dapat dideteksi melalui kesehatan, pemeriksaan fisik, dan X-ray atau ultrasound.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penanganan penyakit peyronie dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, suntik steroid pada penis, terapi radiasi, dan litotripsi gelombang kejut. Jika sudah parah, peyronie bisa ditangani dengan operasi mengangkat area penis atau dengan penanaman alat untuk meluruskan organ ini. Operasi baru bisa dilakukan kurang lebih setahun setelah diagnosis pertama. Tapi pada umumnya penis diharapkan dapat membaik tanpa mengambil langkah ini. Jika memang kondisi sudah parah, jangan lupa segera konsultasi ke dokter. Rekomendasi untuk Anda yang mengalami penis bengkok adalah memilih gaya bercinta yang sesuai.

Bagaimana sobat Pembaca? Sudah tahu kan penyebab mengapa Mr. P bengkok? Jika masih wajar dan tidak mengganggu aktivitas seks itu masih normal. Tapi jika sudah menghambat kehidupan seks Anda segera konsultasikan ke dokter. (MLS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here