Waspadai Pengaruh Mioma pada Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, setiap wanita tentu sangat waspada dengan kesehatan organ kewanitaannya. Salah satunya ialah mengenai penyakit mioma. Jika seorang perempuan menderita mioma, bagaimana dengan kondisinya ketika hamil? Artikel berikut akan menjadi salah satu referensi terbaik untuk Anda.

Bagaimana Pengaruh Mioma Pada Kehamilan?

Beberapa pengaruh mioma pada kehamilan ialah sebagai berikut:

  1. Kondisi miom pada seorang wanita yang sedang hamil ialah beresiko terjadinya keguguran, persalinan secara prematur, dan kelainan letak janin di dalam rahim ibu.
  2. Beresiko terjadinya inpartu atau gangguan kontraksi yaitu suatu kelainan yang terjadi gangguan proses persalinan secara pervaginam atau normal sehingga harus operasi sesar.
  3. Terjadinya postpartum yang bisa memicu pendarahan. Terjadinya red degenerasi merupakan gangguan di dalam aliran darah vena sehingga menimbulkan kondisi akut pada abdomen.

Lebih tepatnya bisa dilihat dari penjelasan mengenai pengaruh miom terhadap kehamilan sebagai berikut:

  • Posisi Miom

Jika posisi miom berada di tepat rongga rahim tentu keberadaannya akan mendesak janin sehingga dapat membuat terjadinya keguguran. Biasanya dokter akan mengambil tindakan agar miom tidak bertambah ukuran sehingga janin tidak terganggu hingga proses persalinan. Jika posisi miom tidak mengganggu rahim maka dibiarkan hingga kehamilan selesai. Jika miom termasuk “ganas” dan membesar secara singkat, maka dokter akan melakukan operasi histerektomi setelah melahirkan.

  • Tingkat Resiko Ketika kehamilan

Pengangkatan miom mengakibatkan terjadinya perdarahan dan terganggunya fungsi rahim. Jika terdapat miom pada masa kehamilan maka bisa terjadi kontraksi secara dini, terjadinya perdarahan, dan tertutupnya jalan lahir. Apabila miom membesar maka bisa jadi plasenta previa berada di bawah rahim,  sehingga terjadi perdarahan ketika  persalinan.

Perdarahan sangat berbahaya bagi nyawa ibunya. Apabila dalam kondisi miom terdapat tangkai tentunya akan timbul rasa nyeri saat posisi tubuh mengguling karena miomnya terpuntir. Tangkai miom terpuntir membuat adanya kelainan pada letak janin. Sehingga ketika berada di waktu tengah kehamilan, dokter bisa mengambil tindakan operasi gawat darurat tanpa perencanaan.

Jika ibu tidak mengalami resiko demikian maka ibu dapat melahirkan secara pervaginam atau normal. Apabila posisi miom tidak mengganggu jalan lahir maka bisa dilakukan proses persalinan ecara alami, tentunya bayi bisa dilahirkan dengan cara alami. Sebaliknya jika miom membuat adanya proses persalinan alami mengalami risiko tinggi akan bahaya pendarah tentu akan sangat mungkin diambil kegiatan cesar ketika persalinan.

Miom merupakan sejenis tumor yang bisa jadi berbahaya atau pun tidak ketika masa kehamilan. Bergantung dengan berbagai macam diagnosa dan faktor miom.

Demikian informasi mengenai pengaruh mioma pada kehamilan. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca setia agar memiliki kesehatan dalam kehamilan. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY