Waspadai Segala Macam Penyebab Inversio Uteri saat Melahirkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernah mendengar dimana kondisi rahim ikut keluar ketika seorang ibu melahirkan? Itu namanya inversion arteri. Apa saja penyebabnya ya?

Apa Saja Penyebab Inversio Uteri?

Inversio uteri merupakan kondisi komplikasi yang terjadi saat seorang ibu sedang mengalami persalinan tapi justru rahim malah ikut keluar beserta plasenta bayi. Rahim yang keluar itu bisa sebagian atau seluruhnya. Bagian atas atau istilah kedokterannya fundus pada rahim berubah ke arah terbalik atau inversi menuju arah bawah. Kondisi ini bisa dilihat dari derajat bagian rahimnya yang dapat keluar dari jalan lahir ke mulut rahim. Kondisi ini memang bisa dibilang sangat jarang terjadi pada ibu yang sedang melahirkan.

Berbagai macam penyebab inversio uteri yang perlu diketahui ialah sebagai berikut:

  1. Persalinan yang terjadi lebih dari 24 jam, membuat tali pusar pendek pada bayi dapat lahir sebelum menggunakan obat relaksan otot selama persalinan.
  2. Rahim dalam kondisi abnormal karena pernah terjadi plasenta akreta, dimana plasenta dalam kondisi yang sangat dalam pada dinding rahim.
  3. Sudah terjadi implantasi plasenta di daerah fundus uteri yang mana plasenta merekat pada atas rahim.
  4. Saat persalinan, dokter terlalu keras menarik tali pusat ketika ibu hamil sedang mengalami persalinan.
  5. Aturannya tali pusat memang tidak boleh ditarik, tapi hanya ditegangkan saja, sebab nanti saat bayi sudah lahir maka plasenta dapat terlepas secara langsung dari pelekat pada dinding rahim sekitar 10-15 menit setelah bayi lahir.
  6. Dari banyak kondisi memang plasenta tidak mudah dilepaskan, bahkan setelah 30 menit bayi dilahirkan, sehingga perlu tindakan lanjut dari dokter atau perlu melakukan manual plasenta.
  7. Tindakan yang diambil bisa dilakukan dengan cara memasukkan tangan ke dalam jalan lahir kemudian jari tangan mencari plasenta serta mengikis tepi perlekatannya.

Penyebab Inversio Uteri dalam istilah kedokteran disebutkan dari dua hal yaitu sebagai berikut:

  • Spontan, dimana atoni uteri, grande multipara, kelemahan alat kandungan. Tekanan intra abdominal dalam kondisi tinggi dengan cara mengejan dan batuk.
  • Tindakan yang diambil oleh dokter ialah dengan cara crade secara berlebihan, menarik tali pusat, melakukan manual plasenta secara paksa, dan melakukan perlekatan plasenta di dinding rahim.

Kondisi yang Mendukung Terjadinya Inversio Uteri

  1. Kondisi pada tunus otot rahim yang lemah
  2. Adanya tekanan dan tarikan pada fundus, adanya tekanan intraabdominal, tekanan dengan tangan, dan menarik tali pusat.
  3. Kondisi canalis servikalis yang sangat longgar.
  4. Terjadinya attonia uteri.
  5. Ada kesalahan dalam penatalaksanaan kala III aktif.

Demikian informasi mengenai segala macam penyebab dari inversion uteri. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca agar dapat mengurangi penyebab yang bisa membuat terjadinya kondisi ini. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY