Yang Terjadi pada Tubuh Bila Olahraga Berlebihan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Olahraga merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat. Dewasa ini, banyak pria melakukan olahraga untuk mendapat manfaat lebih dari sekedar menjaga kesehatan, melainkan juga estetika. Sayangnya, keinginan menggebu untuk menurunkan berat badan secara cepat atau mendapatkan bentuk badan sixpack terkadang membuat para pria melakukan olahraga secara berlebihan. Ya, bukannya membuat fisik bugar dan badan lebih gagah, olahraga berlebihan bisa menjadi bumerang bagi kesehatan.

Tidak ada jumlah menit baku yang menjadi aturan menentukan seberapa banyak olahraga dianggap berlebihan. Hal ini dipengaruhi sejumlah faktor, diantaranya usia, berat badan, riwayat kesehatan dan tingkat kebugaran. Namun, Jika Anda kerap berlama-lama menghabiskan waktu di gym atau berolahraga terlalu keras, tubuh Anda mungkin perlahan mulai merespon secara negatif.

Menurut penelitian, terlalu banyak olahraga dapat menyebabkan efek samping yang disebut sindrom overtraining. Sindrom ini umumnya terjadi pada atlet atau fitness enthusiast yang berlatih diluar kemampuan pemulihan tubuh mereka. Seperti apa tanda-tandanya?

Perubahan hormon

Olahraga berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan hormon. Misalnya, jika berat badan menurun dan setelah itu terjadi peningkatan lemak tubuh, hal itu bisa menjadi salah satu akibat olahraga berlebihan. Tubuh merespon stres berkepanjangan dengan menaikkan kadar hormon stress (kortisol). Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penurunan massa otot yang pada gilirannya membuat tubuh kurang efisien dalam membakar lemak. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami penurunan nafsu makan, susah tidur dan mudah tersinggung.

Perubahan sistem imun

Terlalu keras berolahraga secara berkepanjangan membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk pemulihan yang optimal, dan kondisi kesehatan Anda pun menurun. Perubahan hormon akibat berolahraga berlebihan juga dapat menekan sistem imun tubuh. Seiring tubuh mengalami kelelahan dan pemulihan tidak memadai, energi yang disediakan untuk fungsi sistem imun dialihkan untuk memperbaiki otot dan tulang yang bekerja terlalu keras saat berolahraga. Akibatnya, tubuh juga menjadi lebih rentan sakit.

Perubahan detak jantung

Olahraga berlebihan dapat menyebabkan detak jantung istirahat meningkat. Kenaikan denyut jantung normal dari 50 denyut per menit sampai 65 denyut per menit dapat mengindikasikan bahwa Anda menempatkan terlalu banyak stres pada tubuh sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Selain itu, berolahraga berlebihan juga dapat meningkatkan waktu yang dibutuhkan agar detak jantung kembali ke tingkat istirahat setelah berolahraga.

Perubahan muskuloskeletal

Sistem muskuloskeletal terdiri dari otot dan tulang. Setelah berolahraga, otot dan tulang akan mengalami kerusakan mikroskopis. Pemulihan biasanya memerlukan waktu istirahat antara 24-48 jam. Jika waktu pemulihan kurang dari itu, kekuatan tubuh perlahan berkurang. Gerakan olahraga yang sebelumnya mudah mungkin menjadi lebih sulit dan Anda pun menjadi lebih rentan cedera, seperti keseleo. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here