Aturan Dasar untuk Mendisiplinkan Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Saat anak menginjak usia kira-kira satu tahun, kemampuan memorinya semakin berkembang. Hal ini berdampak pada meningkatnya kemampuan belajar mereka. Di usia ini, anak bisa mulai diajarkan kedisiplinan, kepedulian, rasa hormat, keselamatan dan kontrol diri.

Alih-alih melontarkan kata-kata seperti “Jangan!” atau bertindak “main pukul”, ada banyak cara lainnya yang jauh lebih efektif untuk mendisiplinkan anak.

Bagi anak, orangtua adalah pahlawan dan contoh bagi mereka. Jika kita memberi contoh yang negatif dan agresif, maka mereka pun akan mencontohnya, ungkap Jennifer A. Powell-Lunder, psikolog anak dalam artikelnya, Kids and Discipline: What Yo do and Say Matters.

Lalu bagaimana cara mendisiplinkan anak?

  • Kasih sayang

Sekalipun sedang mengajarkan disiplin, Anda harus menyampaikannya dengan kasih sayang. Ingatlah bahwa tujuan kita adalah mendidik dan memperbaiki tindakannya yang keliru, bukan menghukumnya. Selalu tunjukkan kesopanan terhadap si kecil.

  • Tetapkan standar yang tegas

Tetapkan standar tegas sehingga mudah diikuti. Bila Anda kurang tegas dalam menanamkan disiplin, si kecil akan berpikir bahwa Anda hanya main-main dan tidak peduli terhadap apa yang ia lakukan. Sebaliknya, dengan pendidikan yang proporsional ia akan merasa dicintai dan terlindung. Namun, hindari standar yang terlalu tinggi. Standar yang terlalu tinggi bisa membuat si kecil frustrasi serta kehilangan kepercayaan diri bahwa ia akan berhasil mengikuti arahan ayah dan ibunya. Hal ini juga akan menjadi sulit untuk membangun kontrol diri si kecil ketika ia sedang tidak dalam pengawasan.

  • Bersikap fleksibel

Meski Anda harus bersikap tegas, bukan berarti sikap tersebut adalah harga mati. Coba lihat semua dari perspektif anak. Bila anak sedang asyik bermain, beri ia waktu lebih lama untuk menyelesaikan permainannya atau beri waktu tambahan beberapa menit sebelum mengajaknya makan atau mandi.

  • Hindari menegur terlalu keras

Si kecil tidak bermaksud bersikap buruk ketika melakukan hal-hal yang dilarang ayah atau ibunya. Umumnya, hal ini hanyalah ekspresi dari rasa keingintahuan mereka yang tinggi. Hindari memberi cap negatif, seperti anak nakal, anak cengeng atau anak pemalas karena ini bisa menjatuhkan kepercayaan dirinya.

  • Beri penghargaan

Ketika si kecil melakukan hal yang baik, jangan lupa memberikan pujian, pelukan, atau ciuman kepadanya. Hal ini penting untuk membuat ia tetap termotivasi melakukan hal yang baik.

  • Beri contoh

Orangtua adalah contoh terbaik bagi anak. Jangan harap anak akan menjadi baik ketika mereka selalu diberi contoh perbuatan tak baik dari orangtuanya. Setiap orang pasti berbuat kesalahan, termasuk orangtua, namun yang paling penting adalah bagaimana cara Anda mengatasi dan memperbaiki kesalahan. Anak akan belajar untuk berbesar hati dalam mengakui kesalahan dan mampu bangkit lagi. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here