Fetisisme Seksual Sebuah Gangguan Seks yang Aneh dan Unik

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Fetisme merupakan gangguan kelainan seksual yang biasanya muncul dengan obyek tertentu sebagai sebuah fantasi guna meningkatkan gairah seksual. Tentu sebagian dari kita pernah mendengar kabar pencurian celana dalam milik tetangga, dan lain sebgainya. Beragam contoh kasus tersebut adalah contoh dari kelainan seksual fetisisme seseorang.

Pengertian Kelainan Fetisisme

Asal mula dari kata fetisisme adalah serapan daripada bahasa inggris fetishism yang artinya adalah buatan. Awal mulanya fetish ini dikenal sebagai sebutan terhadap objek yang mempunyai kekuatan spiritual. Akan tetapi ia berubah pada saat lafred binet, seorang ahli dari barat sana memperkenalkan fetish sebagai sebuah obyek seksual, yang ana akhirnya lama kelamaan fetish dianggap sebagai persamaan dengan fetish seksual.

Fetisisme menurut pendapat para ahli adalah orang yang senantiasa mencari gairah seksual lewat suatu obyek. Macam–macam dari obyek fetisisme beragam dan cendrung banyak sekali, akan tetapi pada umumnya para penderita fetisisme menggunakan obyek pakaian dalam dari perempuan.

Gangguan fetisisme memilki tingkatan yang berbeda. Disetiap tingkatan memiliki kecendrungan dari gangguan yang memiliki dampak dan efek yang berbeda pula.

Tingkat Kelainan Seksual Fetisisme

Seperti halnya dengan gangguan psikologi yang lainnya, kelainan dari gangguan seksual ini pun memiliki tingkatan, mulai dari yang paling ringan sampai dengan gangguan yang berat. Berikut ini adalah tingkatan dari penyimpangan seksual.

  1. Pemuja (Desires)

Pada tingkatan ini dapat disebut sebagai tahap awal gangguan. Di tahap awal ini kemungkinan gangguan tidak terlalu memilki pengaruh yang tinggi hingga mengganggu pkiran para penderitanya. Contohnya saja jika seorang pria yang mengidam-idamkan wanita dengan buah dada besar, rambut berwarna tertentu, ataupun memiliki bokong besar, dan bibir tipis. Akan tetapi apabila sang pria tidak mendapatkan wanita seperti yang diinginkan tersebut, maka ia tak akan terlalu mempermasalahkannya dan juga hubungan seksual dengan seorang wanita tetap saja berjalan normal.

  1. Pecandu (Cravers)

Di tingkatan ini adalah tingkatan lanjutan dari tingkatan awal. Di saat seorang penderita sudah mencapai di tahap ini, maka kondisi psikologis penderitanya akan ke tahap membutuhkan pasangan yang diidamkannya. Apabila hal tersebut tak terpenuhi, maka ia akan mengganggu dalam hubungan seksual, misalkan saja hilang hasrat seksual ataupun tak tercapainya orgasme ataupun klimaks.

  1. Fetishist Tingkat Menengah

Di tingkat ke 3 ini gangguan termasuk kepada tingkat yang berbahaya. Di tingkat ini seorang penderitanya dapat melakukan segalah hal agar ia mendapatkan fetish yang ia dambakan dengan cara menculik, ataupun menyiksa hingga melakukan hal-hal sadis lainnya. Itu semua demi terlampiaskannya hasrat seksual yang dimiliki kepada seseorang yang memiliki bagian yang diinginkannya tanpa peduli ia lawan jenis ataupun sejenisnya.

  1. Fetishist Tingkat Tinggi

Tingkat ke empat merupakan tingkat yang lebih sadis daripada tingkat ke 3. Di tingkat ini seorang yang mengalami gangguan seksual fetishist tidak akan peduli dengan hal lain yang berada di luar fetish yang diinginkannya. Misalkan saja seorang dengan gangguan fetishist tingkat tinggi menginginkan celana dalam wanita, maka ia tidak akan peduli dengan sang wanita yang menggunakannya. Begitu pula jika seseorang menginginkan anggota tubuh tertentu, maka ia pun akan fokus untuk memiliki bagian tubuh tertentu dan tidak peduli dengan sang pemilik anggota tubuh tersebut.

  1. Fetishistic Murderers

Tingkat yang terakhir adalah tingkat yang sangat parah di bandingkan dengan tingkat ke empat. Ia akan rela untuk memutilasi, membunuh, demi mendapatkan fetish yang diinginkan.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here