Gangguan yang Terjadi Dari Kebiasaan Doyan Selfie

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Foto selfie saat ini menjadi salah satu foto trend yang kerapkali digunakan dalam bersosial media. Foto selfie juga digunakan sebagai salah satu bagian dari lifestyle untuk menunjukkan bentuk ekspresi dalam diri. Memang tak ada yang melarang seseorang dalam berfoto selfie. Namun taukah anda, ternyata saat anda berlebihan melakukan foto selfie akan berdampak pada kondisi kejiwaan anda.

Hal ini seperti dikatakan oleh psikiater, dr Nova Riyanti Yusuf, SpKj yang mana ia menegaskan bahwa selfie ternyata dapat memicu sebuah gangguan ataupun gejala kepribadian seperti pada gangguan narsistik dan juga histronik.

Memang kita tak lantas dapat memvonis seseorang yang senang jeprat-jepret dengan kameranya untuk selfie dapat dikatakan sebagai seorang yang mengalami gangguan. Namun setitidaknya apa yang dilakukan tersebut dapat menimbulkan sebuah potensi bahaya dari gangguan kepribadian tertentu seperti narisistik, histronik, kecanduan, dan beberapa gangguan lainnnya.

Lebih baik menjaga sebelum terkena dampak buruk nantinya. Untuk itu artikel kali ini akan mengulas mengenai gangguan yang akan terjadi dari awal mula doyan melakukan selfie.  Ini dia beberapa gangguannya.

  1. Narsistik

Narisistik adalah sebuah gangguan yang sejatinya banyak yang mensalah artikan di kehidupan kita saat ini. Bahkan kata narsistik seringkali di alamatkan sebagai candaan bagi mereka yang mengupload foto diri atau yang kebetulan tengah memuji diri sendiri. Perlu diketahui bahwa, narsistik adalah sebuah gangguan implusif dimana para penderitanya selalu ingin diperhatikan oleh orang lain, kurangnya memiliki rasa empati terhadap orang lain, dan selalu mempercayai bahwa dirinya lebih unggul di bandingkan dengan orang lain.

Mereka yang narisis biasanya akan merasa sangat tertekan saat apa yang ditampilkan dirinya tidak mendapatkan pujian ataupun atensi daripada orang lain.

  1. Adiksi ataupun Kecanduan

Bisa dibilang bahwa kasus adiksi atau kecanduan ini seperti yang terjadi pada kisah remaja asal britania bernama Danny Bowman. Kasus Danny tergolong langka. Pasalnya ia sangatlah terobsesi dengan perilaku foto selfie yang menuntut pada kesempurnaan. Hasil jepretan yang tidaklah memuaskan, maka Dannya akan merasakan frustasi, hingga ia menolak untuk makan dan juga keluar rumah.

  1. Histronik

Barangkali banyak orang yang masih belum terlalu familiar dengan istilah gangguan Histronik yang satu ini. Sebenarnya ganguan histronik merupakan gangguan yang membuat penderitanya selalu ingin menjadi pusat perhatian. Sebagain besar dari para penggila selfie ini, seringkali diidentikkan dengan kondisi yang satu ini, selain daripada narsis.

Seperti halnya terjadi pada seorang wanita bernama Lavey asal Los Angles. Dalam fikirann Lavey hanyala bagaimana caranya agar dapat tampil cantik di saat selfie. Ia juga mengaku telah menghabiskan uang sebanyak 174 juta hanya untuk melakukan operasi plastik.

  1. Body Dismorphic Disorder (BDD)

Gangguan yang terakhir berpotensi dialami oleh mereka yang doyan selfie adalah gangguan body dismorphic disorder (BDD). Sebuah hasil penelitian yang dilakukan di University of Strathclyde, University of lowa, dan Ohio University telah menemukan bahwa semakin bayak seorang wanita berselfie dan mengunggahnya di sosial media, maka hal tersebut akan memunculkan perasaan insecure ataupun tak nyaman dengan citra dari tubuhnya sendiri.

Terlebih lagi apabila kegiatan yang satu ini disambi dengan mengamati hasil jepretan selfie teman-temannya yang lain. Jika hal ini dilakukan maka dapat berpotensi untuk memicu munculnya pikiran negative tentang penampilannya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here