Hal Penyebab Kelainan Seksual Fetisisme Muncul

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Istilah dari kelainan seksual (Paraphilia) pertama kali disebutkan seorang psikoterapis bernama Wilhelm Stekel dalam karangan bukunya yang berjudul Sexsual Aberrations di tahun 1925. Paraphilia sendiri berasal dari pembahasaan Yunani, yang berarti “di samping” dan philia sendiri yang berarti “cinta”.

Apabila di definisikan tentang paraphilia maka hal tersebut menjelaskan sebuah kondisi yang ditandai sebuah dorongan fantasi, maupun perilaku seksual yang berulang kali dan intensif. Hal tersebut melibatkan suatu objek, situasi atau aktivitas yang tak biasa. Dapat juga menimbulkan keadaan distress (stress yang sangat berbahaya) yang pasti secara klinis dan kerusakan di dalam masyarakat, baik itu pekerjaan maupun di area fungsi – fungsi yang lainnya.

Salah satu kelainan seksual yang dialami oleh seseorang adalah fetisisme. Fetisisme adalah gangguan seksual yang pada umumnya memiliki ciri khas. Dimana para penderitanya mengalami kelainan atau obsesi terhadap benda – benda khas milik wanita seperti celana dalam, bra, dan organ intim lainnya untuk mendapatkan kenikmatan seksual.

Fetisisme memiliki beberapa tingkatan dimana satu tingkatan berbeda dengan tingkatan yang lainnya. Tingkatan tersebut mulai dari yang sifatnya pemuja (desires), Pecandu (Carvers), Fetishist tingkat menengah, fetishist tingkat tinggi, hingga fetishistic murderers yang menjadi fethishist paling sadis diantara gangguan fethistic yang lainnya.

Fetishistic murder yang menjadi gangguan fetis tingkat berat ini membuat para penderitanya akan rela untuk melakukan apa saja demi mendapatkan keinginannya. Bahkan ia rela untuk melakukan pembunuhan, hingga memutilasi korbannya demi mendapatkan fetish yang ia inginkan.

Penyebab Kelainan Seksual Fetitisme

Seperti yang telah dijelaskan oleh Susan Noelen Hoeksema di dalam bukunya Abnormal Psychology lebih dari sekitar 90% para penderita kelainan seksual fetisisme adalah seorang pria. Hal ini nampaknya berkaitan dengan penyebab kelainan seksual yang meliputi pelampiasan dorongan agresif ataupun permusuhan, hingga yang lebih memungkinkan terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita.

Penelitian yang telah dilakukan juga mencoba untuk menemukan adanya ketidak normalan hormone testosterone maupun hormone lainnya sebagai penyebab kelainan seksual fetisisme ini. Dari hasil yang telah ditemukan bahwa hasilnya tidaklah konsisten. Artinya, hanya kecil kemungkinan saja kelainan seksual ini disebabkan oleh ketidaknormalan homron seks yang dimiliki oleh seorang pria.

Disisi lainnya, penyalahgunaan alkohol dan obat yang ditemukan sangatlah umum terjadi pada para penderita kelainan seksual. Obat – obatan tertentu nampaknya juga memungkinkan para penderita kelainan seksual untuk melakukan pelampiasan fantasi tanpa adanya hambatan dari kesadarannya tersebut.

Menurut teori dari perilaku, maka kelainan seksual fetisisme di sebabkan oleh perilaku pengkondisian klasik. Salah satu contohnya yang telah berkembang adalah jika seorang laki-laki melakukan mastrubasi dengan menggunakan barang-barang milik wanita, guna membangkitkan fantasi seksualnya. Akibat dari coba-coba dan dilakukan terus menerus, akhirnya seorang pria tersebut menjadi kecanduan dan terbiasa untuk mencari kepuasan seksual dengan menggunakan atau berfantasi lewat barang-barang khas wanita.

Faktor keluarga dan lingkungan pun juga memiliki pengaruh yang membuat seseorang mengidap fetisisme.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here