Jenis-jenis Bakteri dan Parasit yang Mudah Mengkontaminasi Makanan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Makanan yang dapat mendatangkan penyakit yaitu makanan yang telah terkontaminasi bakteri dan parasit. Bakteri dan parasit tersebut menghasilkan toksin yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Beberapa penyebab lainnya yaitu karena adanya kontaminasi silang. Kondisi ini terjadi berpindah dari tangan manusia maupun alat memasak dan berpindah dari makanan satu ke makanan lainnya.

Berikut beberapa jenis-jenis bakteri dan parasit yang sering berperan dalam mengkontaminasi makanan yaitu:

  1. Jenis Bakteri
  • Salmonella

Merupakan organisme yang berasal dari hewan dan ditularkan melalui produk ternak yang sudah terkontaminasi. Sumber utama infeksi dari daging mentah atau kurang matang, unggas, telur, daging yang terkontaminasi kotoran, higiene makanan buruk hingga kontaminasi silang dari peralatan memasak. Masa inkubasi yaitu 18-32 dan gejala yang timbul yaitu diare, kram perut, demam ringan, mual.

  • Staphylococcus aureus

Masa inkubasi 2-6 jam dan ditemukan di hidung, tenggorokan, kulit, tangan dan tumbuh dengan cepat pada makanan kaya protein seperti daging, unggas, ikan, susu dan keju. Bakteri ini menempel pada debu di dalam kamar dan dapat  terkontaminasi lewat orang yang terinfeksi, batuk, bersin, kulit kotor dan jerawat. Gejala penyakit ini antara lain mual, muntah, diare, nyeri perut, terdapat darah dan lendir pada feses.

  • Clostridium Perfringens (C. Welchii)

Memiliki masa inkubasi 8-27 jam atau sekitar 10 jam. Bakteri Clostrodium ini dapat ditemukan dalam kotoran manusia dan binatang dalam tanah, air dan udara. Tumbuh dengan cepat pada makanan yang pendinginannya tidak optimal atau disimpan didalam suhu 30°C dan memproduksi berbagai toksin. Gejala yang muncul berupa diare, nyeri perut, mual, muntah dan lesu.

  • Botulism

Botulisme merupakan penyakit gastroenteristi akut yang disebabkan Eksotoksin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum. Sering terdapat di tanah, air, laut, debu dan dalam saluran usus hewan. Bakteri ini mampu membentuk spora tahan panas dan racun botulinum yang dihasilkan dapat menyebabkan paralisis. Masa inkubasi organisme anaerobik ini sekitar 12-36 jam. Gejala yang sering timbul yaitu mual, muntah, sakit kepala, mulut dan fatigue.

  • Campylobacter Jejuni

Masa inkubasi sekitar 3-5 hari. Ditemukan dalam saluran pencernaan hewan liar, peliharaan dan ditemukan pada daging atau unggas yang sudah kontak dengan feses. Selain itu sering dikaitkan dengan sumber lain seperti susu mentah, kerang, daging sapi dan ayam setengah matang. Gejalanya seperti diare berair, demam, kram perut, mual, nyeri otot, sakit kepala dan BAB berdarah.

  • Shigella

merupakan bakteri patogen usus dan sebagai penyebab disentri basiler. Masa inkubasi bakteri ini sekitar 1-2 hari. Bakteri ini menginfeksi saluran pencernaan seperti gejala diare hingga disentri, kram, muntah, mual dan terdapat gangguan pada system neurologis seperti kejang, lesu, sakit kepala demam tinggi serta rasa kaku di leher.

  • Escherichia Coli (E.Coli)

Merupakan mikroflora alami yang terdapat pada usus hewan. Makanan yang terkontaminasi oleh bakteri ini yaitu daging sapi, kambing, domba, babi dan biasanya masih mentah atau yang dimasak kurang matang, susu mentah dan air yang tercemar. Umumnya gejala yang biasanya muncul yaitu kram perut akut, diare berdarah dan demam. Masa inkubasi E.coli ini biasanya 48-72 jam atau bisa juga 1-10 hari.

  1. Jenis Parasit
  • Entamoeba Histolyca yaitu protozoa parasit anaerob bagian genus Entamoeba, sering menjangkit manusia dan kera. Parasit ini dapat menyebabkan ameobiasis dan disentri.
  • Giardia Intestinalis merupakan protozoa parasit flagellata yang berkoloni berproduksi di usus kecil dan menyebabkan penyakit Umumnya menjangkit manusia, kucing, anjing, burung, sapi, berang-berang, rusa dan domba.
  • Cryptosporidium adalah protozoa patogen apicomplexa dan menyebabkan penyakit diare yang disebut dengan Cryptosporidiosis. Parasit ini juga menyebabkan infeksi akut jangka pendek dan menyebar melalui kotoran mulut dan dari air yang terkontaminasi. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini