SehatFresh.com – Anak Anda menolak makan? Coba dicek, siapa tahu ada sariawan di mulutnya. Sariawan pada anak bisa diketahui dari berbagai gejala dan faktor penyebab.
Menurut dr. Meta Hanindita dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya menjelaskan, sariawan adalah proses peradangan yang terjadi pada lapisan jaringan yang meliputi mulut. Sariawan bisa terjadi di gusi, lidah, bibir dan dasar mulut.
Umumnya, sariawan menimbulkan rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan dan kadang perdarahan pada daerah yang terkena. Selain sejumlah gejala tersebut, sariawan bisa disebabkan oleh:
- Tidak sengaja bagian dalam pipi tergigit
Hal ini disebabkan karena tidak hati-hati saat makan, misalnya makan terlalu cepat. Kebiasan anak makan sambil bermain juga bisa menyebabkan dampak sariawan yang buruk.
- Mengonsumsi makanan yang terlalu keras
Memberikan makanan untuk anak-anak memang harus diperhatikan. Ketika Anda memberikan makanan yang terlalu keras, maka bisa membuat bagian gusi dan bibir anak terluka. Luka didapatkan ketika makanan keras ini menusuk atau menggores bagian dalam mulut yang lebih lembut. Luka kecil atau goresan kecil akan bengkak dan menjadi sariawan.
- Mengonsumsi makanan yang mudah menyebabkan iritasi
Anak juga sangat mudah terkena sariawan jika sering mengonsumsi makanan yang mudah menyebabkan iritasi. Beberapa jenis makanan ini seperti keripik, makanan yang digoreng, cokelat, makanan pedas, kacang-kacangan kering dan keju.
- Kebersihan mulut tidak terjaga
Peradangan bisa disebabkan keadaan mulut itu sendiri, seperti kebersihan yang buruk.
- Menggunakan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfat
Pasta gigi untuk anak memang harus dipilih dari bahan yang sangat aman. Bahan sodium lauryl sulfat dalam pasta gigi, misalnya, akan menyebabkan bagian gusi dan pipi menjadi lebih sensitif. Kemudian, bahan ini biasanya akan membuat sariawan pada bagian bibir.
- Kekurangan vitamin C
Salah satu tanda ketika tubuh kekurangan vitamin C adalah sering sariawan. Hal ini juga bisa terjadi pada anak-anak yang memang tidak menerima nutrisi yang seimbang.
- Anak terlalu lelah
Aktivitas yang terlalu banyak sehingga membuat anak merasa sangat lelah bisa menimbulkan sariawan. Jika sudah seperti ini, maka bantu anak untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
- Terlalu keras menyikat gigi
Disarankan untuk selalu menemani anak di bawah umur ketika mereka sedang menyikat gigi. Ketika sikat gigi digunakan terlalu keras, maka bisa menyebabkan bagian mulut menjadi lebih cepat terluka. Jaringan pada bagian mulut sangat lembut sekali sehingga tekanan sedikit yang lebih besar akan membuat bekas pada jaringan mulut. Bekas inilah yang akan menjadi bisul kecil dan sariawan selama beberapa hari.
- Virus
Sariawan juga bisa terjadi karena virus, sebagai contoh virus herpes simpleks yang dapat meyebabkan herpes stomatitis. Bisa juga virus lain, seperti virus penyebab penyakit Hand Foot Mouth Disease (HFMD). (SBA)









































