SehatFresh.com – Kondisi stres dapat terjadi pada setiap orang. Kondisi stres dapat menyerang dan terjadi pada orang dewasa, remaja dan anak-anak. Tahukah anda bahwa stress juga dapat terjadi pada bayi yang masih berada dalam rahim?
Menurut pernyataan DR. Dr. Taufik Jamaan SpOG menyatakan stres janin di dalam rahim disebabkan oleh penyakit anemia pada ibu, demam, kurang gizi, depresi, oksigen berkurang, kurangnya cairan ketuban, lilitan tali pusat dan lain-lain. Selain itu kondisi emosional ibu yang sadar atau tidak berpengaruh pada bayi yang sedang dikandungnya. Untuk mengetahui lebih jelas kondisi janin stres dalam rahim anda harus mengetahui tanda-tandanya.
Tanda Gejala
- Gerakan janin berkurang
Kondisi stress pada janin mengakibatkan kurangnya gerakan pada janin. Sebagai ibu anda harus mewaspadai hal ini sehingga untuk mengetahuinya anda dapat mengecak gerakan janin setiap 2 jam sekali, minimal janin bergerak 10 kali dalam 2 jam dengan durasi selama 10 menit.
- Muncul rasa sakit
Apabila anda mengalami nyeri punggung atau perut yang berlebihan anda harus mewaspadai hal tersebut karena kondisi ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa janin mengalami kekurangan oksigen yang mengakibatkan janin stres dalam rahim.
- Detak jantung yang tidak stabil
Frekuensi detak jantung janin 120 – 160 kali permenit. Apabila hasil pemeriksaan detak jantung janin <120 atau >160 x permenit dapat menjadi salah satu tanda bahwa janin dalam rahim sedang dalam kondisi stress.
- Tekanan darah tinggi
Hasil pemeriksaan tekanan darah > 140/90 mmHg merupakan suatu tanda bahwa janin dalam rahim dalam kondisi stress. Hal ini dikarenakan tekanan darah tinggi dapat mengakibatkan suatu komplikasi yang disebut dengan preeklamsi atau keracunan pada masa kehamilan yang disertai dengan adanya protein urine yang mengakibatkan kurangannya asupan oksigen pada janin. Apabila kondisi preeklamsi tidak dapat segera diatasi maka dapat mengakibatkan kepada kondisi yang lebih parah yang dikenal dengan sebutan eklamsi.
- Posisi abnormal pada janin
Apabila bayi dalam posisi yang abnormal dan tidak sesuai dengan umur kehamilannya, maka kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda janin stress dalam kandungan. Posisi abnormal pada bayi dapat mengakibatkan terhambatnya asupan oksigen dari ibu yang diberikan kepada janin.
- Adanya tekanan
Stres pada janin dalam kandungan dapat disebabkan karena adanya tekanan dari ibu yang dikarenakan ibu berbaring terlalu lama atau duduk terlalu lama. Pada umumnya ibu juga akan mengalami bercak atau perdarahan, pusing, dan perubahan gerakan janin.
Cara Mengatasi
Apabila anda mengalami tanda gejala diatas maka anda harus mewaspadai dan segera berkonsultasi ke bidan atau dokter. Berikut ini pemaparan untuk mengatasi stres pada ibu hamil agar janin yang di kandungnya tidak ikut stres juga, diantaranya sebagai berikut :
- Berfikir positif dan bahagia selama hamil
- Asupan pola nutrisi yang baik
- Olahraga ringan
- Melakukan rileksasi dengan cara senam hamil
- Istirahat yang cukup
- Hindari stres yang berkepanjangan
- Tingkatkan diri untuk beribadah dan berserah diri kepada Allah SWT. (KMY)









































